HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

Perlu gerakan masif, kontinu dan terukur untuk peduli lingkungan

Perlu gerakan masif, kontinu dan terukur untuk peduli lingkungan 1 i Papua
Kepala Dinas Kehutanan Papua dan peserta kegiatan Pro Lingkungan dan Pendidikan Lingkungan Hidup saat foto bersama. – Jubi/Ramah

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Kepala Dinas Kehutanan Papua, Yan Jap Ormuserai mengatakan pemerintah, warga dan kelompok-kelompok peduli lingkungan harus bergerak bersama-sama dalam penanganan lingkungan.

Akibat penebangan pohon tanpa dilakukan reboisasi atau penanaman ulang, menjadi salah satu faktor terjadinya perubahan iklim, yang kini mengarah pada krisis iklim. Tak hanya Indonesia bahkan di seluruh kota di dunia.

Perlu gerakan masif, kontinu dan terukur untuk peduli lingkungan 2 i Papua

“Saya pikir perlu sebuah gerakan masif, kontinu dan terukur untuk ikut peduli dan bertanggung jawab terhadap lingkungan dan hutan di sekitar kita,” ujar Ormuserai, saat membuka kegiatan Pro Lingkungan Hidup dan Pendidikan Lingkungan Hidup di Kampus Stikom Muhammadiyah Jayapura, Jumat (6/12/19).

Menurut Ormuserai, dalam menjaga lingkungan dan hutan khususnya di Papua, diperlukan sebuah gerakan nyata untuk membangun kesadaran bersama dalam penanganan lingkungan.

“Jangan sudah terjadi musibah atau bencana baru semua sibuk. Saya pikir yang dilakukan Rumah Belajar dan Rumah Bakau Jayapura perlu diikuti yang lain,” jelas Ormuserai.

Terkait kegiatan Pro Lingkungan Hidup dan Pendidikan Lingkungan Hidup yang digagas oleh Rumah Belajar Papua dan Pemprov Papua, Ormuserai menambahkan, hal itu sangat positif karena menggalang kepedulian anak muda Papua untuk peduli lingkungan.

Loading...
;

Sekretaris Umum Rumah Belajar Papua, Dian Wasaraka mengatakan kegiatan Pro Lingkungan Hidup dan Pendidikan Lingkungan Hidup, yang berlangsung sehari diikuti 65 orang peserta dari kalangan mahasiswa, dan komunitas peduli lingkungan di kota dan Kabupaten Jayapura.

“Materi yang disampaikan tentang ekosistem dan isu-isu lingkungan di Papua, termaksud mitigasi bencana dan ekonomi alternatif,” ujar Dian.

Dijelaskan Dian, Rumah Belajar Papua didirikan sejak 2015 oleh sejumlah anak muda Papua dan telah banyak melakukan program-program untuk pendampingan, penelitian, dan penguatan kapasitas masyarakat.

“Kami berterima kasih pada Dinas Kehutanan Provinsi Papua dan Stikom Muhammadiyah Jayapura, karena berkenan mendukung kami hingga program ini dapat terlaksana dengan baik. Kami berharap akan ada dukungan untuk kegiatan lanjutan hingga sifatnya tidak sesaat tapi berkelanjutan,” jelas Dian. (*)

 

Editor: Kristianto Galuwo

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top

Pace Mace, tinggal di rumah saja.
#jubi #stayathome #sajagako #kojagasa