Perlu tabung oksigen, dokter di PNG gunakan Facebook

Pasokan tabung oksigen darurat diterbangkan ke Rumah Sakit Goroka PNG untuk pasien Covid-19. - Manalos Aviation

Papua No.1 News Portal | Jubi

Goroka, Jubi – Pasokan tabungan oksigen darurat harus diangkut dengan helikopter ke sebuah rumah sakit di daerah pegunungan tinggi Papua Nugini akibat kasus Covid-19 yang semakin melonjak di sana.

Seorang dokter yang bekerja di unit gawat darurat setempat bahkan menggunakan media sosial Facebook untuk memohon sumbangan tabung oksigen, ia khawatir bahwa belasan pasien akan meninggal dalam waktu satu malam jika stok tambahan tidak sampai tepat waktu.

Jumlah tempat tidur di Rumah Sakit Goroka tidak cukup untuk membantu semua pasien Covid-19 yang terus berdatangan untuk meminta bantuan. Tenaga-tenaga kesehatan tambahan dari ibu kota Port Moresby diperkirakan telah sampai Senin ini (4/10/2021).

Otoritas kesehatan nasional negara itu telah menekankan bahwa pasokan tabung oksigen di negara itu masih cukup, namun, pada saat yang bersamaan, pemerintah masih belum melunaskan tagihan bernilai jutaan dolar kepada pemasok alat-alat tersebut.

Seorang tenaga kesehatan yang saat ini bekerja di UGD di Rumah Sakit Goroka, dr. Peter Inina, mengungkapkan kepada ABC bahwa hampir semua pasiennya yang saat ini ia obati itu terkena Covid-19.

“Saat ini ada 36 pasien di sini yang sangat memerlukan tabung oksigen, kami punya pasien yang mengalami gejala ringan hingga sedang duduk di luar rumah sakit… dan ada juga pasien yang berbaring di lantai,” jelas dr. Inina.

Masih ada lebih banyak lagi pasien Covid-19 yang berada di fasilitas lainnya yang berbeda.

Loading...
;

Beberapa rekan kerjanya sesama nakes juga terkena Covid-19, dua diantaranya meninggal dunia, sehingga rumah sakit itu mulai kekurangan nakes. Pasokan oksigen pun diangkut dengan truk dari kota pesisir, Lae, tiga kali seminggu. Tetapi selang akhir pekan lalu, pasokan tambahan telah diterbangkan oleh Manalos Aviation.

Pada Minggu (3/10/2021), dr. Inina menggunakan Facebook untuk memohon kepada siapa saja yang bisa memasok oksigen untuk segera melakukannya.

“Saya sangat khawatir karena ada 19 pasien saya yang terbaring di tempat tidur, mengalami gangguan pernapasan parah, sangat memerlukan oksigen. Jika saya tidak melakukan sesuatu, saya harus bertanggung jawab untuk 19 pasien itu,” tulisnya.

“Saya harus melewati protokol normal rumah sakit, saya yakin hal ini akan menjadi permasalahan, tetapi saya tidak bisa membiarkan pasien saya meninggal karena Covid-19”.

Menurut otoritas kesehatan provinsi, dr. Joseph Apa, sudah 234 kasus Covid-19 yang telah dilaporkan dalam sebulan terakhir, namun laporan-laporan dari daerah terpencil masih belum tiba.

Tim nakes darurat dari Port Moresby dikatakan akan terbang ke Goroka Senin ini untuk membantu nakes setempat.

dr. Daoni Esorom, wakil ketua badan yang bertugas mengawasi tanggapan pandemi Covid-19 PNG, menggambarkan situasi di Rumah Sakit Goroka sebagai sangat kritis.

“Sudah ada 25 pasien yang meninggal sejak 25 September, itu angka kematian yang tinggi. Saya yakin sebagian besar kematian itu karena kekurangan oksigen”.

Sementara itu, Perdana Menteri James Marape membenarkan bahwa setelah mengendalikan wabah ini dengan cukup baik, kasus Covid-19 telah meningkat drastis di beberapa bagian PNG akibat penyebaran varian Delta. (Pacific Beat)

 

Editor: Kristianto Galuwo

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top