Follow our news chanel

Permintaan meningkat, petani Koya mulai menanam semangka

Semangka Papua
Buah semangka yang dijual pedagang di Pasar Hamadi. - Jubi/Ramah

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Manisnya semangka, dengan daging berwarna merah berbalut kulit hijau bercorak kuning, semakin menjadi pilihan bagi warga Kota Jayapura, Papua, yang ingin melepas dahaga. Didorong permintaan pasar yang semakin bertambah, para petani di Kota Jayapura pun semakin berminat menanam semangka.

Semangka yang segar dan kaya vitamin A, B6, dan C semakin popular menjadi santapan warga Kota Jayapura yang berwisata di Pantai Holtekamp. Buah kaya air itu juga kaya likopen, anti oksidan, dan asam amino yang menyehatkan, sehingga jadi pelepas dahaga yang menyehatkan.

Tak heran, semakin banyak petani di Kota Jayapura memilih menunda bercocok tanam padi, dan memilih menanam semangka. “Saat ini petani menunda menanam padi, karena ada permintaan komoditas semangka yang tinggi,” ujar Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Jayapura, Jean Hendrik Rollo saat dihubungi Jubi melalui panggilan telepon, Sabtu (24/10/2020).

Diakui Rollo, para petani di Kota Jayapura tergolong pandai membaca minat pasar, dan cepat mengganti pilihan bercocok tanam sesuai dengan minat pasar. “Buah pisang dipenuhi petani dari Koya Koso. Semangka [dipasok] dari Koya Barat, Koya Timur, dan Skouw. Luasnya kami belum inventarisi secara keseluruhan, sekitar 30 hektar dari luas [lahan sawah yang mencapai] 600 hektar,” ujar Rollo.

Baca juga: Pemkot Jayapura jajaki tanam padi Satria

Rollo menilai permintaan pasar terhadap semangka akan meningkatkan perekonomian para petani di Kota Jayapura. Apalagi hal itu terjadi pada musim kemarau yang cenderung menurunkan produktifitas padi di Papua.

“Harapan saya, petani semangka lebih semangat lagi sehingga permintaan semangka di pasar tetap terjaga. [Dengan demikian para pedagang buah] tidak harus mendatangkan [semangka] dari luar daerah,” ujar Rollo.

Loading...
;

Seorang pedagang di Pasar Youtefa, Wanda mengatakan dalam sehari bisa menjual 50 sampai 100 semangka. Jumlah itu berlipat dibanding volume penjualan Wanda setahun silam, yang berkisar 20 buah per hari.

“Semangka harganya bervariasi, ada yang Rp10.000 ribu sampai Rp15.000. Tergantung ukuran. Rasanya manis. Saya beli dari petani di Koya Barat, dan Koya Timur, dan Skouw. Petani yang datangkan di pasar,” ujar Wanda. (*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top