Perombakan Kabinet Tidak Menjawab Masalah

Kupang, Jubi/Antara – Akademisi dari Universitas Muhammadiyah Kupang, Dr Ahmad Atang, MSi, mengatakan perombakan kabinet yang disuarakan publik telah dilakukan Presiden Joko Widodo, namun jika dilihat dari lima menteri yang diganti belum memberikan harapan bagi publik.

“Yang diganti dan digeser justru di tingkat Menko, padahal problem kabinet sekarang bukan pada tataran koordinasi, akan tetapi pada tataran performa kabinet di tingkat kementerian bidang ekonomi dan hukum,” kata Ahmad Atang, di Kupang, Kamis (13/8/2015).

Karenanya, pergantian ini belum menjawab permasalahan yang dihadapi bangsa yang terus dikritik banyak pihak, soal lemahnya kementrian di bidang ekonomi dan hukum yang ternyata tidak tersentuh, kecuali Kementerian Perdagangan.

“Dengan demikian bagi saya, pergantian menteri ini tidak menjawab masalah bangsa di bidang ekonomi dan hukum. Jadi menteri boleh berganti, namun masalah bangsa dalam bidang ekonomi dan hukum tidak terselesaikan,” ucapnya.

Menurutnya, boleh jadi pergantian ini hanya untuk memenuhi keinginan pihak tertentu, bukan didasarkan pada pertimbangan kebutuhan yang mendesak.

Di pihak lain, ada kekuatan partai pendukung yang tidak ikhlas jika menterinya diganti.

Karenanya, menteri yang diganti hanya satu saja dari parpol, yakni Tedjo Edy Purdjianto dan yang masuk baru juga demikian, yakni Pramono Anung.

Loading...
;

Dengan demikian, yang diganti adalah menteri yang berlatar belakang profesional.

“Ini bisa diduga bahwa menteri pada sektor yang bermasalah dari parpol tidak diganti boleh jadi karena kuatnya tekanan parpol pendukung kepada Presiden Joko Widodo,” ucapnya.

Dengan performa kabinet baru pasca perombakan tersebut, tidak menutup kemungkinan akan ada “reshuffle” berikutnya.

“Saya menduga, publik akan memberikan reaksi negatif terhadap ‘reshuffle’ jilid 1, dan memaksa Jokowi melakukan reshuffle jilid 2, karena reshuffle jilid 1 tidak memuaskan publik,” katanya.

Jika itu yang terjadi maka kerja Jokowi selalu dipusingkan oleh desakan reshuffle dari waktu ke waktu. Maka reshuffle jilid 1 menjadi penentu ada tidaknya reshuffle berikutnya. (*)

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top