Follow our news chanel

Previous
Next

Perpanjangan penutupan akses mesti mempertimbangkan kondisi antara wilayah di Papua

Ilustrasi suasana Bandara Sentani, Kabupaten Jayapura saat penutupan akses sementara ke Papua untuk penumpang diberlakukan - Jubi/Engel Wally
Perpanjangan penutupan akses mesti mempertimbangkan kondisi antara wilayah di Papua 1 i Papua
Ilustrasi suasana Bandara Sentani, Kabupaten Jayapura saat penutupan akses sementara ke Papua untuk penumpang diberlakukan – Jubi/Engel Wally.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Makassar, Jubi – Sekretaris II Dewan Adat Papua versi Kongres Besar Masyarakat Adat Papua III, John NR Gobai menyatakan mendukung rencana Pemprov Papua memperpanjang masa penutupan akses sementara untuk transportasi penumpang dari luar Papua ke Papua melalui jalur laut dan udara, yang akan berakhir 9 April 2020.

Pemprov Papua berencana memperpanjang penutupan akses sementara ke Papua, sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di provinsi paling Timur Indonesia itu.

Akan tetapi menurut Gobai, untuk penutupan akses transportasi antara wilayah di Papua mesti dipertimbangkan lagi. Pembatasan akses antara wilayah di Papua dinilai justru menyulitkan sejumlah pemerintah daerah.

“Kalau pemprov memperpanjang penutupan akses masuknya orang dari Papua, saya pikir itu langkah tepat. Karena awal mula penyebaran Covid-19 di Papua, berasal dari masyarakat yang baru datang dari luar Papua,” kata John Gobai lewat panggilan teleponnya, Rabu (8/4/2020).

Kata Gobai, beberapa kabupaten di Papua kesulitan mendatangkan alat kesehatan untuk penanganan Covid-19 di wilayahnya, akibat penutupan akses itu. Pemerintah kabupaten hanya menunggu bantuan alat kesehatan dari Pemprov Papua. Akan tetapi butuh waktu lama.

Ia mencontohkan, Pemkab Mimika akhirnya mengizinkan maskapai Garuda kembali beroperasi ke wilayahnya untuk mobilisasi alat kesehatan, karena itu merupakan kebutuhan mendesak. Kalaupun maskapai itu memuat penumpang tujuan Jakarta-Timika, penumpang tersebut mesti diperiksa kesehatannya terlebih dahulu sebelum naik ke pesawat, dan setibanya di Timika.

Loading...
;

“Jangan karena upaya mencegah meluasnya penyebaran Covid-19 dari luar Papua ini, akhirnya berdampak pada penutupan akses antara wilayah di Papua,” ujarnya.

Katanya, kalaupun akses antara wilayah di Papua dibuka, bukan berarti penumpang dapat dengan bebas pergi dari satu daerah ke daerah lain menggunakan pesawat udara atau kapal laut.

Setiap penumpang yang akan berangkat ke satu wilayah mesti menunjukkan surat keterangan kesehatan, dan menjalani pemeriksaan di bandara atau pelabuhan sebelum naik ke pesawat udara atau kapal laut.

“Penutupan akses antara wilayah di Papua ini juga menyulitkan masyarakat. Misalnya ada warga dari daerah lain di Papua yang kebetulan berada di Jayapura atau warga Jayapura bepergian ke kabupaten lain sebelum penutupan akses diberlakukan. Kini mereka tak bisa kembali ke daerah mereka karena akses sudah ditutup. Akhirnya mereka membebani keluarga di daerah di mana kini mereka berada,” ucapnya.

Sehari sebelumnya, Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal menyatakan Pemprov Papua mempertimbangkan memperpanjang masa penutupan akses angkutan penumpang menuju dan dari Papua sampai penanganan pandemi Covid-19 mampu mengatasi wabah itu.

Kata Klemen Tinal, Papua memiliki Undang-Undang Nomor 21 tentang Otonomi Khusus Papua yang harus dihargai oleh semua pihak, termasuk dalam merumuskan kebijakan pembatasan sosial di Papua.

“Untuk penumpang, baik pesawat maupun kapal, tidak usah datang [ke Papua] dan tidak usah keluar-keluar dulu [dari Papua]. [Pesawat dan kapal menuju Papua] tidak usah bawa orang,” kata Klemen Tinal.

Ia meminta tempat penjualan tiket pesawat maupun kapal laut untuk tidak membuka penjualan tiket penumpang menuju atau meninggalkan Papua. Pembatasan lalu lintas orang masuk dan keluar Papua itu diberlakukan sampai penanganan pandemi Covid-19 menunjukkan keberhasilan mengatasi wabah itu.

“Saya minta Satuan Tugas Pencegahan Covid-19 Papua bisa memantau lalu lintas manusia secara baik. Jangan anggap remeh penyakit ini. [Kita harus] tunggu sampai wabah virus ini selesai. Yang boleh lalu lalang hanya pesawat dan kapal yang membawa logistik dan alat-alat kesehatan saja. Penumpang umum tidak bisa,” ujarnya. (*)

Editor: Edho Sinaga

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top