Persatuan nasional bangsa Papua Barat

Papua
Aksi peringatan Hut kemerdekaan negara republik west Papua serentak di Kota Sorong dan Manokwari. (Jubi/IST).

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Oleh: Pius Tenouye

Penulis panjatkan puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkat rahamat karunia-Nya, Selasa, 25 November 2020, menyelesaikan artikel ini yang judul “Persatuan Nasional Bangsa Papua Barat”.

Adapun topik pembahasan dalam artikel ilmiah ini meliputi, gambaran umum tentang Papua dan bangsa Papua Barat, pengertian persatuan, pengertian nasional dan pengertian persatuan nasional bangsa Papua Barat.

Gambaran umum tentang Papua dan Bangsa Papua Barat

Papua merupakan salah satu provinsi terluas dari Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang sedang berjuang untuk mendapatkan nasib sendiri (self-determination) sebagai negara merdeka di tanahnya sendiri, Papua Barat, dari kolonialisme Indonesia.

Secara geografis Papua Barat adalah benua (samudera) Pasifik. Namun kolonialisme Indonesia menyebut Papua Barat adalah bagian dari wilayah ASEAN, padahal Papua bukan wilayah ASEAN, melainkan bagian dari kepulauan Pasifik.

Jutaan tahun lalu Australia, Papua Barat, dan Papua Nugini adalah satu pullau yaitu pulau Pasifik. Tapi, karena adanya revolusi zaman (time revolution) atau pemanasan global (global warming) terjadilah perpisahan antara pulau Papua dan Australia.

Loading...
;

Pada saat itu pula, karena adanya perpindahan antara pulau-pulau tersebut, beberapa hewan dari benua Australia lari (migrasi) ke Papua Barat, seperti kanguru, dan lain sebagainya. Beberapa tahun silam Papua adalah satu provinsi. Namun kepentingan politik ekonomi di atas tanah Papua mengakibatkan pada 2013, Papua dibagi ke dalam dua provinsi yaitu Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat.

Papua memiliki luas 808.105 km2 dan merupakan salah satu pulau terbesar di kawasan Pasifik yang telah dipaksa masuk ke dalam wilayah NKRI di bawah kepemimpinan pemerintahan Soekarno secara tidak sah, hanya merujuk pada kepentingan ekonomi di Papua Barat.

Pepera 1969 adalah sejarah palsu dan catat hukum, karenanya pemerintah dan aparat keamanan Indonesia selalu membanggakan diri dengan klaim, bahwa Papua adalah bagian dari Indonesia yang sudah final melalui Pepera 1969, dan Papua merupakan bekas jajahan Belanda, sehingga otomatis masuk dalam proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945.

Namun pertanyaan ialah (1) mengapa penduduk asli Papua tidak pernah mengakui dan menerima Pepera 1969, tapi sebailknya secara konsisten melakukan perlawanan terhadap sejarah diintegrasikan Papua Barat ke dalam wilayah Indonesia? (2) Apakah rakyat dan bangsa Papua Barat yang beretnis Malanesia ini keliru dalam memahami sejarah diintegrasikan Papua ke dalam wilayah Indonesia? (3) Kalau status Papua sudah final dalam Indonesia, mengapa harus ada UU No. 21 Tahun 2001 sebagai solusi politik yang final?

Jawaban dari tiga pertanyaan ini adalah perlawanan rakyat Papua yang menuntut rasa keadilan. Perlawanan ini beralasan karena dalam proses dimasukkannya Papua ke dalam wilayah Indonesia sudah terlihat dalam dokumen militer “Surat Telegram Resmi Kol. Inf. Soepomo, Komando Daerah Militer XVII Tjenderawasih Nomor : TR-20/PS/PSAD/196, tertanggal 20-2-1967, berdasarkan Radio Gram MEN/PANGAD No. TR-228/1967 TBT tertanggal 7-2- 1967, perihal: menghadapi referendum di IRBA (Irian Barat) tahun 1969 (Yoman: 2012, 152).

Sedangkan bangsa Papua Barat adalah suatu bangsa yang ada di Papua, sebelah barat Papua Nugini. Bangsa Papua Barat adalah ras Malanesia. Beda jauh dari ras Melayu, Indonesia, India.

Papua Barat mempunyai lebih dari 250 suku. Dari sekian suku mempunyai budaya yang berbeda dilihat dari segi bahasa, filsafat hidup, dan lain sebagainya. Bangsa West Papua merupakan satu bangsa yang terletak di bagian kepulauan Pasifik, tepat terletak pada di bagian timurnya adalah Papua Nugini (PNG).

Melalui Soekarno selaku Presiden pertama Indonesia Papua diintegrasi ke dalam wilayah Indonesia secara tidak legal, hanya demi kepentingan politik ekonomi di atas bangsa Papua Barat itu sendiri, sehingga bangsa West Papua Barat pada saat ini berjuang untuk mendapatkan nasib sendiri (self-determination) sebagai negara merdeka, karenanya setiap bangsa di dunia mempunyai sebuah hak besar untuk memisahkan diri dari negara yang dijajah seperti Indonesia.

Sesungguhnya, kemerdekaan Papua Barat telah terjadi sejak 1961 secara hukum internasional. Namun Indonesia tidak mau mengakui bahwa Papua sudah pernah merdeka, bahkan tidak mau meluruskan sejarah kemerdekan atas kemerdekaan bangsa Papua Barat, sehingga rakyat Papua Barat sampai detik ini sedang menuntut hak orang Papua Barat untuk mendapatkan nasib sendiri sebagai negara merdeka.

Di samping itu, saya melihat bahwa pandangan Indonesia terhadap bangsa Papua Barat adalah orang Papua Barat seperti orang yang sedang berkasih-kasihan (lovebird). Seharusnya bangsa Melayu, Indonesia berterima kasih kepada bangsa Papua Barat karena kolonialisme Indonesia dan kapitalisme Amerika sedang dijamin oleh sumber daya alam Papua Barat itu sendiri.

Lebih lanjut, pemerintah Indonesia berusaha dan bekerja keras untuk mencuci wajah-wajah orang Papua untuk memasukkan ke dalam wilayah Indonesia atau sedang berusaha untuk mengindonesiakan Papua ke dalam wilayah Indonesia, padahal bangsa Indonesia dan bangsa Papua adalah sangat jauh berbeda. Bangsa Indonesia (mayoritas) beretnis Melayu, sedangkan bangsa Papua beretnis Melanesia.

Oleh karena itu, berikanlah ruang kebebasan bagi bangsa Papua Barat. Dengan kata lain berikanlah bangsa Papua Barat sebagai negara tersendiri.

Selama ini penulis telah melihat bahwa pemerintah Indonesia melalui TNI/Polri memperlakukan orang Papua Barat secara tidak manusiawi—membunuh orang asli Papua seperti binatang liar.

Banyak hal yang sedang Indonesia perlakukan kepada orang Papua secara tidak manusiawi sampai detik ini. Padahal, NKRI mempunyai banyak institusi yang menjadi pedoman hidup. Dunia tahu bahwa salah satu regulasi yang dimiliki oleh Indonesia adalah UUD 1945: “Sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan prikemanusiaan dan prikeadilan.” Dengan dasar itu, bangsa Papua Barat ingin mendapatkan nasib sendiri dari sejarah perjuangan yang jelas, karena kemerdekaan suatu bangsa adalah hak bangsanya sendiri, seperti Indonesia merdeka sejak 1945.

Penulis menyarankan kepada pemerintah Indonesia dan pemerintah kapitalis Amerika Serikat, beserta negara lain di dunia pentingnya membuka hati, pikiran untuk menyampaikan rasa berterima kasih kepada orang Papua Barat beserta sumber daya alam Papua, karena Papua sedang membangun kalian punya negara, bukan engkau sedang membangun orang-orang bangsa Papua Barat.

Pemerintah Indonesia, dalam hal ini TNI/Polri yang sedang bertugas di Papua Barat, menerima banyak uang dari pemerintah Amerika Serikat (bank dunia) untuk mengamankan perusahaan asing di Papua Barat. Mereka meneror masyarakat lokal di Papua barat dengan menggunakan moncong senjata hanya karena kepentingan politik ekonomi.

Presiden pertama Indonesia mengatakan bahwa tidak butuh orang Papua Barat, tetapi sumber daya alam. Dengan adanya statement seperti itu, maka jalan satu-satunya yang harus dimiliki oleh bangsa Papua barat adalah merdeka. Itulah solusi untuk mendapatkan hidup aman, damai, tentram untuk bangsa Papua ke depan. Orang Papua jangan berpikir akan selalu hidup baik karena negara Indonesia.

Penulis ingin memberikan beberapa pengertian yang berhubungan dengan topik di atas sebagai referensi adalah sebagai berikut:

Pengertian persatuan

Pengertian persatuan menurut Pius Tenouye (2020) mengatakan bahwa persatuan adalah sebuah perserikatan atau sebuah ikatan yang mempunyai dasar pemikiran yang sama untuk mewujudkan visi dan misi selama masa kepemimpinannya.

Pengertian nasional

Pengertian nasional menurut Pius Tenouye (2020) bahwa nasional adalah ilmu yang mempelajari tentang suatu bangsa yang terisi di dalam satu negara itu sendiri.

Pengertian persatuan nasional secara umum

Pengertian persatuan nasional secara umum menurut Pius Tenouye (2020) bahwa persatuan nasional bangsa Papua barat merupakan sebuah langkah awal yang harus dimiliki oleh suatu bangsa untuk medapatkan kebebasan dari bangsa yang dijajah hanya karena kepentingan ekonomi politik di atas tanahnya sendiri, sehinga bangsa tersebut harus bersatu untuk melawan negara yang sedang dijajah dalam segala hal.

Penulis juga ingin memberikan beberapa solusi dalam pembebasan Papua Barat menjadi negara sendiri dari Indonesia sebagai daftar pustaka adalah sebagai berikut:

  1. Orang Papua Barat sebaiknya menggali atau melestarikan kehidupan-kehidupan zaman nenek moyang, karena itu adalah kekuatan besar untuk menyelamatkan hak-hak rakyat Papua Barat dari negara yang sedang dijajah;
  2. Orang Papua Barat sebaiknya jangan menjadi wajah-wajah pemerintah pusat (Indonesia), pentingnya untuk melihat ras, etnik antara bangsa Melayu (Indonesia) dan Papua Barat (melanesia) dalam perspektif kemerdekaan bangsa Papua Barat;
  3. Petinggi-petinggi Papua dalam hal ini gubernur, bupati, DPRD/DPRP, dan MRP sebaiknya bersatu demi untuk Papua merdeka;
  4. Mahasiswa/i Papua Barat sebaiknya bersatu, karena Anda dan penulis adalah agen perubahaan atas Bangsa Papua Barat ke depan;
  5. Sebaliknya seluruh organisasi organisasi perjuangan Papua merdeka harus bersatu karena visi kita sama hanya untuk Papua merdeka (Tegas anak asli Papua Barat, Pius);
  6. Sebaiknya bagi yang berbicara Papua merdeka harus murni, karena bangsa Papua Barat adalah bangsa pilihan Allah;
  7. Pejuang Papua Barat di luar negeri harus bersatu, jangan menerapkan budaya egois di luar negeri. (*)

Penulis adalah mahasiswa S2 di Colorado State University, Amerika Serikat

Editor: Timoteus Marten

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top