HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

Persediaan air baku di daerah ini hanya cukup dua bulan

Ilustrasi kekeringan, pixabay.com
Ilustrasi kekeringan, pixabay.com

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Tanjungpinang, Jubi – Persediaan air baku di Kota Tanjung Pinang, Provinsi Kepualauan Riau  hanya hanya cukup untuk dikonsumsi dua bulan  ke depan. Hal itu diakibatkan kondisi Waduk Sungai Pulai, yang selama ini menjadi sumber air baku bagi warga setempat semakin menyusut, sebelumnya 2 meter 15 centimeter, kini tersisa 0 centimeter dari garis mistar ukur.

“Air waduk menyusut akibat kemarau panjang selama tiga bulan terakhir ini,” kata Direktur PDAM Tirta Kepulauan Riau, Mamat, Jumat, (6/3/2020).

Baca juga : Kekeringan ancam Sumba Barat gagal panen

Musim hujan, daerah ini masih dilanda kekeringan

Sektor pertanian daerah ini mulai kekeringan

Penyebab lainnya kondisi hutan di sekitar area waduk sudah tidak hijau lagi seiring maraknya pembabatan liar. Untuk menyiasati kondisi ini, pengelola waduk Sungai Pulai akan melakukan sistem jadwal distribusi air ke pelanggan, dalam sehari tiga kali mati, dan satu kali hidup.

Loading...
;

“Kami turut mengantar air langsung ke warga melalui RT dan RW, yang didistribusikan dengan mobil tangki air,” ujar Mamat menjelaskan.

Mamat berharap warga Tanjungpinang dapat menghemat penggunaan air secukupnya saat stok air menipis sperti sekarang. “Gunakanlah air secukupnya,”  kata Mamat menegaskan.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tanjungpinang memprediksi cuaca panas di sekitar wilayah Pulau Bintan masih akan berlangsung hingga sepekan mendatang.

“Dalam seminggu ke depan diprediksi tidak ada hujan terjadi. Ada kemungkinan hujan pada Kamis sore (pekan depan). Tapi itu pun bersifat ringan dan lokal,” kata Vivi Putrima Ardha, Prakirawan BMKG Tanjungpinang.

Minimnya curah hujan di sekitar Pulau Bintan, termasuk sebagian besar wilayah Kepri disebabkan pengaruh angin kencang ditambah adanya penarikan masa udara di Selatan (Jawa).

“Makanya Jawa dan Bali saat ini cenderung hujan,” ujar Vivi menjelaskan.

Pengamatan BMKG Tanjungpinang menunjukan angin saat ini masih tergolong kencang, berhembus dari arah Utara menuju Timur Laut dengan kecepatan antara 8 hingga 38 kilometer per jam.

Meski begitu kecepatan angin sudah tidak terlalu memengaruhi ketinggian gelombang. Ketinggian gelombang di sebagian besar perairan Kepulauan Riau tergolong normal. (*)

Editor : Edi Faisol

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top

Pace Mace, tinggal di rumah saja.
#jubi #stayathome #sajagako #kojagasa