Persediaan oksigen di rumah sakit ini kian menipis, belum ada kejelasan bantuan

Oksigen tabung, Papua
Ilustrasi, pixabay.com

Papua No.1 News Portal | Jubi

Jakarta, Jubi— Ketersediaan oksigen medis untuk pasien terpapar virus Covid-19 di Rumah Sakit Bhina Bakti Husada Rembang, Jawa Tengah, menipis dan hanya cukup untuk 3 hingga 4 hari ke depan. Persediaan oksigen liquid terkini untuk 60-70 pasien Covid-19 sampai Jum’at, (9/7/2021) pagi pagi tersisa 1.900 liter.

“Dari pemerintah memang belum ada [bantuan]. Kami menipis stoknya, kemarin baru datang 2.000 liter, mungkin pagi ini tinggal 1.900 liter, oksigen liquid. Dengan kebutuhan pasien dengan jumlah 60an saat ini, paling ya hanya cukup untuk 3-4 hari,” kata Direktur RS Bhina Bakti Husada Rembang Bobet Evih Hedi Ihnuna Rusep, Jum’at (9/7/2021).

Baca juga : Krisis oksigen, Menteri Luhut minta oksigen industri dikonversi untuk medis 

RSUP Papua Barat penuh, tutup untuk pasien COVID-19 

RSUP Papua Barat hampir tak mampu tampung pasien covid-19

Ia mengatakan idealnya mereka membutuhkan minimal 3 ribu liter oksigen untuk kebutuhan pasien dalam seminggu. Itu pun belum termasuk stok cadangan untuk antisipasi kemungkinan-kemungkinan terburuk.

Loading...
;

Ia  mengatakan sudah berupaya menghubungi vendor langganan mereka, namun mereka tak menyanggupi karena permintaan sudah maksimal. Pihaknya lantas menghubungi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Rembang untuk meminta bantuan tambahan oksigen medis.  Kemudian meminta dirinya mengisi formulir pengajuan lewat aplikasi pemerintah daerah.

“Itu sudah dilakukan namun hingga kini bantuan tersebut belum datang,” kata  Bobet menambahkan.

Ia juga mengaku telah menghubungi Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) Jawa Tengah namun juga belum membuahkan hasil.

Bobet khawatir sebab berkaca pada kasus kematian pasien di RSUP dr Sardjito di DIY akibat sempat kekurangan stok oksigen.

Akhirnya, ia meminta bantuan salah satu rekannya untuk menghubungi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo lewat cuitan di akun Twitter @nophiieta malam kemarin.

“Kami lagi kontak dengan orang provinsi, tapi kendalanya kalau daerah kan komunikasi dengan daerah. Kadang gerakan provinsi cepat, tapi mungkin informasinya belum ke daerah. Nah, kalau daerah belum dapat kita ya belum dapat,” kata Bobet menjelaskan.

Kondisi stok oksigen menipis juga sempat terjadi di RSUP dr Sardjito, Sleman, DIY, beberapa hari lalu. Akibatnya, 33 pasien diketahui meninggal pasca oksigen central habis. Pemerintah kemudian mengalokasikan jatah oksigen medis untuk penanganan pasien Covid-19 maupun non-Covid sebanyak 47,6 ton sehari di DIY.

Pemerintah pun menegaskan seluruh produksi oksigen di dalam negeri 100 persen digunakan untuk penanganan Covid-19.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin sebelumnya juga menyatakan telah berkomitmen untuk menyediakan 2.000 ton suplai oksigen medis dalam sehari sebagai upaya mitigasi lonjakan kasus virus corona yang terjadi belakangan. Upaya

itu akan dilakukan selama  PPKM Darurat di Pulau Jawa-Bali. mantan wakil menteri BUMN itu juga memastikan pemerintah akan memprioritaskan transportasi dan menambah armada untuk distribusi tabung oksigen medis. (*)

Editor : Edi Faisol

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top