Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Persekusi mahasiswa Papua di Surabaya, Pahabol: Keberadaan OAP tak dianggap

Aksi bentuk keprihatinan terhadap mahasiswa Papua di Surabaya oleh Solidaritas Mahasiswa Antis Rasis di Perumnas 3 Waena – Jubi/ Dok Solidaritas Mahasiswa Antis Rasis
Persekusi mahasiswa Papua di Surabaya, Pahabol: Keberadaan OAP tak dianggap 1 i Papua
Aksi bentuk keprihatinan terhadap mahasiswa Papua di Surabaya oleh Solidaritas Mahasiswa Antis Rasis di Perumnas 3 Waena – Jubi/ Dok Solidaritas Mahasiswa Anti Rasis.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Sikap rasis, represif dan persekusi yang dilakukan aparat TNI/Polri dan kelompok yang menamakan diri Ormas terhadap mahasiswa asal Papua di Surabaya, Jawa Timur menuai kecaman dari berbagai pihak.

Satu diantaranya anggota DPR Papua dari Fraksi Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Natan Pahabol. Menurutnya, pengepungan, penyerangan, perusakan, pelemparan batu dan tembakan gas air mata ke asrama mahasiswa Papua di Surabaya, menandakan jika keberadaan orang asli Papua (OAP) di negeri ini sama sekali tak dianggap.

Persekusi mahasiswa Papua di Surabaya, Pahabol: Keberadaan OAP tak dianggap 2 i Papua

Apalagi berbagai tindakan itu diikuti dengan teriakan rasisme yang berujung penangkapan puluhan mahasiswa Papua.

“Presiden Republik Indonesia harus bertangungjawab terhadap kondisi mahasiswa di Surabaya, kalau masih merasa bahwa Papua dan orang Papua ada adalah bagian dari negara ini (RI),” kata Natan Pahabol kepada Jubi, Minggu (18/8/2019).

Menurutnya, kejadian seperti ini bukan baru pertama kali dialami mahasiswa Papua di sejumlah kota. Hampir setiap tahun mahasiswa asal Papua mendapat perlakuan serupa dari warga dan aparat keamanan. Selalu ada alasan untuk membenarkan tindakan tak sepatutnya terhadap para mahasiswa Papua.

“Pemprov Surabaya juga mesti bertanggungjawab terhadap keberadaan mahasiswa Papua di Surabaya. Jika masih dalam kondisi darurat, Pemprov Papua juga harus mengambil sikap dan langkah tegas terhadap warga Surabaya di Papua,” ujarnya.

Loading...
;

Ia mengatakan, orang Papua tak pernah mengusik warga Surabaya yang tinggal di Papua. Hal itu juga seharusnya diterapkan masyarakat Indonesia di mana saja.

“Kalau warga Surabaya meminta mahasiswa Papua pulang ke Papua, warga Surabaya yang ada di Papua juga harus dipulangkan,” ujarnya.

Sementara, Ketua Asosiasi DPRD Kabupaten seluruh Indonesia Komisariat Wilayah Provinsi Papua, Terius Yigibalom menyatakan peringatan 74 tahun kemerdekaan Indonesia menjadi tak berarti dengan adanya peristiwa persekusi pada Mahasiswa Papua di Surabaya. Ini menujukkan bahwa mahasiswa Papua masih dianggap sebagai orang asing di Indonesia.

“Ormas dan TNI/Polri mestinya mengkokohkan dan merawat NKRI yang kini berumur 74 tahun dengan sikap dewasa, persuasif dan dialogis. Negara mestinya memberikan jaminan keamanan dan perlindungan terhadap mahasiswa Papua, bukan justru mengancam dan mengintimidasi. Saya, rasa ini sikap negara yang berlebihan dan tidak bijak, Ini sikap yang berulang kali terjadi di berbagai pelosok tanah air,” kata Terius Yigibalom.

Menurut Ketua DPRD Kabupaten Lanny Jaya, Papua itu, Presiden Joko Widodo, Kapolri dan Panglima TNI mesti turun tangan menyelesaikan masalah yang dihadapi mahasiswa Papua.

“Ketika terjadi masalah seperti ini para pemangku kepentingan di Jakarta hanya diam. Sementara dalam konflik di negara Timur Tenggah seperti Palestina, para pejabat negara begitu cepat dan peduli, bahkan turun tangan dan pasang badan menyelesaikannya,” ujarnya. (*)

Editor: Edho Sinaga

 

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top