Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Perselisihan pro-demokrasi memanas, Tonga pertimbangkan larangan Facebook

Nuku’alofa. - RNZI / Koro Vaka'uta
Perselisihan pro-demokrasi memanas, Tonga pertimbangkan larangan Facebook 1 i Papua
Nuku’alofa. – RNZI / Koro Vaka’uta

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Nuku’alofa, Jubi – Tonga sedang mempertimbangkan larangan penggunaan Facebook. Negara itu sedang berupaya untuk menghadapi tingginya penyalahgunaan dan ancaman daring melalui platform itu, yang ditujukan pada keluarga kerajaan Tonga oleh pendukung pro-pemerintah.

Perkembangan ini adalah dampak terbaru dari naiknya perselisihan daring, antara kubu pro-demokrasi dan mereka yang dengan setia mendukung monarki konstitusional Tonga, yang memberikan sejumlah wewenang politik penting kepada Raja.

Perselisihan pro-demokrasi memanas, Tonga pertimbangkan larangan Facebook 2 i Papua

Sepasang RUU baru yang diusulkan akan mencabut beberapa wewenang ini dari Raja dan memindahkannya ke tangan pemerintah Tonga. Hal ini telah mengundang kemarahan dari pihak pro-monarki, yang lalu beralih ke perang di Facebook.

Beberapa pengamat berkata kedua pihak telah memobilisasi ribuan akun Facebook, sebagian besar anonim, untuk menyerang lawan mereka dan mendorong agenda politiknya.

Krisis ini semakin memuncak bulan ini. Akibat sejumlah ancaman serius terhadap Raja Tupou VI dan putrinya, Menteri Kepolisian, Mateni Tapueluelu, memberi tahu lembaga penyiar nasional Tonga, bahwa ia mempertimbangkan memblokir Facebook untuk menenangkan situasi. Perdana Menteri ‘Akilisi Pohiva lalu membenarkan kalau satu kelompok kerja, telah diberikan waktu dua minggu untuk menemukan solusi dari keadaan ini.

“Ini bukan serangan terhadap Facebook atau media, tetapi mereka (pemerintah) menyadari bahwa kita tidak bisa membiarkan akun dengan identitas palsu, tidak ada hukum yang dapat diterapkan pada platform semacam ini,” menurut Direktur Tonga Cable, penyedia internet di Tonga, Paula Piukala saat diwawancarai. Perusahaan milik negara itu adalah bagian dari kelompok kerja multi-agensi yang dibentuk oleh pemerintah dalam menanggapi penyalahgunaan Facebook.

Loading...
;

Di Tonga, monarki terakhir di Pasifik, kritik atas keluarga kerajaan dihindari secara publik. Dalam wawancara dengan Tonga Broadcasting Commission pada 7 Agustus, Tapueluelu mengungkapkan kekecewaannya karena Facebook telah digunakan untuk menyerang Raja dan keluarga kerajaan.

Jope Tarai, seorang akademisi yang mempelajari media sosial di Universitas Pasifik Selatan di Fiji, mengatakan larangan yang diusulkan Tonga ini adalah reaksi berlebihan. (RNZI)


Editor : Kristianto Galuwo

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top