Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Persiapkan CSW Ke-63, Asia-Pasifik gelar pertemuan

Menteri PPPA dalam sidang Commision on the Status of Women (CSW) ke-63 di Bangkok – Jubi/Dok Humas Kemen PPPA.
Persiapkan CSW Ke-63, Asia-Pasifik gelar pertemuan 1 i Papua
Menteri PPPA dalam sidang Commision on the Status of Women (CSW) ke-63 di Bangkok – Jubi/Dok Humas Kemen PPPA.

Bangkok, Jubi – Menyambut sidang Commision on the Status of Women (CSW) ke-63 yang akan digelar pada 11-22 Maret 2019 di New York, sejumlah perwakilan negara di kawasan Asia-Pasifik menggelar rapat persiapan di Bangkok, Thailand (13/02).

Perwakilan Indonesia, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) mengikuti sejumlah agenda pertemuan yang membahas tentang sistem perlindungan sosial, layanan publik. Serta infrastruktur berkelanjutan untuk kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan yang merupakan isu utama CSW ke-63.

Pada kesempatan tersebut, Yohana Yembise menyampaikan posisi terkini kemajuan pemberdayaan perempuan di Indonesia, bahwa Indonesia mengalami pertumbuhan yang cukup baik dalam mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan.

Persiapkan CSW Ke-63, Asia-Pasifik gelar pertemuan 2 i Papua

Hal ini tampak pada kemajuan di bidang strategis yang turut mendongkrak peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan Indeks Pembangunan Gender (IPG).

“Data kami menunjukkan selama enam tahun terakhir, presentasi perempuan sebagai pegawai negeri meningkat 49,31 persen di Indonesia. Artinya angka partisipasi kerja perempuan yang meningkat. Di samping itu, angka harapan hidup serta angka harapan lama sekolah perempuan juga mengalami peningkatan khususnya dalam 10 tahun terakhir,” terang Menteri Yohana, sebagaimana dukitp dari rilis yang dilayangkan kepada wartawan Jubi di Nabire.

Capaian ini menurut Menteri Yohana, merupakan buah dari upaya Pemerintah Indonesia dalam menerapkan strategi pengarus utamaan gender dan diperkuat melalui berbagai kebijakan teknis di semua sektor pembangunan.

Meski demikian, dia mengakui jika hambatan dan tantangan masih dialami Indonesia dalam meningkatkan pemberdayaan dan kesejahteraan perempuan.

Loading...
;

Hambatan tentu saja dialami Indonesia, seperti halnya negara-negara lain di Asia-Pasifik bahkan seluruh dunia. Pemahaman para pemangku kepentingan tentang pengarusutamaan gender semata-mata hanya untuk memberdayakan perempuan, sehingga seringkali tidak menjadi prioritas dalam perumusan kebijakan dan program.

“Padahal, masyarakat juga memiliki hak untuk mendapatkan akses dan berpartisipasi dalam setiap proses pembangunan, didengar dan dilibatkan dalam pengambilan keputusan dan akhirnya menerima manfaat. Selain itu, faktor budaya dalam komunitas dan kesadaran sosial masyarakat belum sepenuhnya mendorong perempuan menduduki posisi strategis di sektor publik,” jelas Menteri Yohana.

Pertemuan Asia-Pacific Regional Preparatory Meeting for the sixty-third session of the Commission on the Status of Women di Bangkok merupakan agenda untuk berbagi pengalaman terbaik terkait pemberdayaan perempuan yang telah dilakukan selama setahun terakhir.

Di samping juga untuk mendengar perspektif pentingnya meningkatkan koherensi dan keterkaitan antara sistem perlindungan sosial, pemberian layanan publik dan infrastruktur berkelanjutan untuk memajukan kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan dan anak perempuan di kawasan Asia Pasifik.

Perspektif kemudian akan dirumuskan kedalam rekomendasi yang akan disampaikan dalam sidang CSW ke-63. Dalam peremuan tersebut, Menteri Yohana juga didaulat menjadi pimpinan dalam 2 sesi berbeda.(*)

Editor: Syam Terrajana

 

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top