Persipura peringatkan PSSI hati-hati dengan pengurus yang bermuka dua

BTM-papua
Ketua Umum Persipura, Benhur Tomi Mano - Jubi/ MO Persipura
Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Manajemen Persipura Jayapura-Papua tak serta merta semringah dengan satu tiket AFC Cup yang baru saja dilimpahkan oleh federasi sepakbola Indonesia (PSSI). Mereka justru memberikan peringatan kepada PSSI untuk selalu berhati-hati dengan pengurus yang bermuka dua.

Pernyataan itu dilontarkan Ketua Umum Persipura, Benhur Tomi Mano menyusul keputusan yang diambil PSSI ketika sebelumnya menunjuk Persija Jakarta sebagai salah satu wakil Indonesia mendampingi Bali United.

Benhur mewanti-wanti PSSI  agar tidak mudah percaya dan dihasut oleh orang-orang terdekat dalam kepengurusan PSSI.

“Sebagai teman, saya ingin mengingatkan kepada Ketua Umum PSSI agar lebih berhati-hati terhadap orang-orang dekat, tidak semua bekerja tulus untuk membantu, termasuk yang di exco. Jangan sampai kesalahan atau kekeliruan beberapa orang tapi merugikan kita semua, resikonya bisa ditanggung 270 juta rakyat Indonesia. Nanti kita semua dianggap tidak mengerti aturan,” ujar Benhur dalam rilisnya yang diterima langsung oleh Jubi, Minggu (20/12/20).

“Ujung-ujungnya nanti yang disalahkan adalah Ketua Umum PSSI, jadi saya mohon Pak Iwan Bule untuk lebih mawas dengan orang-orang dekatnya,” tambah Benhur.

Sebelumnya, penunjukan Persija Jakarta sebagai wakil Indonesia di AFC Cup membuat manajemen Persipura meradang. Pasalnya keputusan PSSI itu disebut oleh Sekretaris Umum Persipura, Rocky Bebena, tak sejalan dengan aturan AFC. Karena, untuk menentukan perwakilan itu sudah tercantum dalam panduan manual AFC sporting criteria point 9.1.

“Dalam panduan manual tersebut sudah di jelaskan urutan klub yang berhak mewakili negaranya pada AFC Cup, dengan urutan sebagai berikut, 9.1.1 Klub Juara Liga domestik, 9.1.2 Juara piala domestik, 9.1.3 Runner up liga domestik, dan 9.1.4 Peringkat tiga liga domestik,” jelas Rocky.

Loading...
;

Jika berpedoman pada regulasi tersebut, yang memang berhak menemani Bali United sebagai juara Liga 1 2019 yakni Persipura, bukan Persija Jakarta yang hanya sebagai runner up Piala Indonesia 2019.

Persija ditunjuk oleh PSSI sebagai pengganti juara Piala Indonesia, PSM Makassar yang terbentur lisensi. PSM tak lolos verifikasi klub profesional AFC.

“Persipura ada pada point 9.1.4. Federasi harusnya fair, dan harusnya sesuai regulasi. Bayangkan saja aturan AFC saja dilanggar, bagaimana dengan aturan sendiri? tidak ada jaminan untuk kami pihak klub,” keluh Rocky.(CR-4)

Editor: Angela Flassy

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top