Follow our news chanel

Pertama kali, ada festival bedug di Nabire

Papua No. 1 News Portal | Jubi 

Nabire, Jubi – Wakil Ketua I Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Nabire Suyono, mengatakan festival bedug sebagai ajang silahtuhrami dan mengembangkan bakat dalam memukul bedug.

“ini biar dijadikan ajang kembangkan bakat dalam memukul bedug,” ujar Wakil Ketua I Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Nabire Suyono. Selasa 912/6/2018).

Sehingga perlu disosialisasikan kepada generasi muda di kabupaten Nabire melalui organisasi – organisasi Islam yang ada.

Karena, di wilayah barat di luar Papua, festival bedug sudah tidak asing lagi. namun di Papua khususnya Nabire, hal ini baru pertama kalinya diadakan.

“Maka kami mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh pemuda Islam,” katanya.

Kami berharap kegiatan – kegiatan seperti ini tentunya tidak hanya sampai di sini saja, namun bisa berkesinambungan.

Loading...
;

“Semoga kegiatan seperti ini, ke depan terus dan rutinkan. tidak hanya pada waktu bulan Ramadan, tetapi pada momen – momen tertentu atau hari – hari besar Islam bisa selalu diadakan,” harapnya.

Ketua panitia Festival, Rudi Letsoin mengatakan kegiaatan tersebut dilaksanakan oleh berbagai organisasi kepemudaan Islam seperti BKPRMI, IPPS, MTMA, Anfkrungan dan Khalifah. Yang tergabung dalam Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia Kabupaten Nabire. 

Festival Bedug menurut Rudi dilaksanakan dalam rangka menyambut hari raya idul 1439 H.

Tujuannya adalah untuk meningkatkan pemahaman dan kecintaan terhadap Allah SWT dan memberikan kegiatan positif bagi masyarakat, khususnya pemuda Islam.

“Selain itu juga sebagai wadah kaum muda untuk mengembangkan kreatifitas dan pola pikir yang maju serta menumbuhkan kesadaran akan hidup sosial dan beribadah,” katanya.

Festival tersebut berlansung selama sehari yang diikuti oleh 10 peserta dari 10 PKM.

Kata Rudi, Festival bedug 1439 H tahun 2018, karena keterbatasan sosoalisasi dan kegiatannya mendadak sehingga peserta hanya 10 peserta.

“Akan tetapi kami harap dan yakin, ke depan peserta pasti lebih meningkat,” ujarnya. Keluar sebagai juara dalam ajang ini adalah peserta warga binaan Lapas Kelas II Nabire.

Kepala LP Kelas IIB Nabire, Sopian mengatakan sangat mengapresiasi warga binaannya yang menjuarai ajang tersebut.

“Saya apresiasi dan ini membuktikan mereka mampu berkarnya, walaupun di dalam kurungan,” ujarnya.

Ajang tersebut, menurutnya  sangatlah positif mengingat pembinaan yang selama ini dilakukan melalui berbagai bidang termasuk keagamaan.

“Harapannya, sekembalinya mereka dari lapas, bisa membaur dengan masyarakat dan berhenti melakukan hal – hal yang bertentangan dengan hukum,” (*).

 

 

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top