Follow our news chanel

Previous
Next

Pertambahan pasien Covid-19 di Batam akibat warga tak patuh

Ilustrasi - Jubi. Dok
Pertambahan pasien Covid-19 di Batam akibat warga tak patuh 1 i Papua
Foto ilustrasi, pandemi Covid-19 di Tanah Papua – Jubi/ Leon

Kebanyakan warga yang dinyatakan positif Covid-19 pada hari senin ini mereka yang tetap menjalankan Shalat Tarawih berjamaah di masjid dan melakukan takziah saat pasien positif Covid-19 meninggal.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Batam, Jubi – Jumlah pasien positif Covid-19 di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau bertambah 11 orang dengan jumlah total jadi 65 orang. Kondisi disebabkan sikap warganya tidak mematuhi anjuran pemerintah menjaga jarak fisik dan sosial.

“Masyarakatnya degil,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi, Senin, (18/5/2020).

Baca juga : Penularan COVID-19 di Mimika terkait cluster Lembang

Ini cara Polda Jatim tertibkan masyarakat untuk putus mata rantai penularan Covid-19

Masyarakat garda terdepan pemutus penularan COVID-19

Loading...
;

Degil yang dimaksud oleh Didi adalah sebuah sikap tak patuh terhadap anjuran pemerintah. Hal itu dibuktikan dengan kebanyakan warga yang dinyatakan positif Covid-19 pada hari senin ini mereka yang tetap menjalankan Shalat Tarawih berjamaah di masjid dan melakukan takziah saat pasien positif Covid-19 meninggal.

“Padahal sudah diimbau pemerintah untuk beribadah di rumah dan menjaga jarak. Selain itu terdapat sekeluarga yang juga dinyatakan terpapar virus itu,” kata Didi menjelaskan.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, menyebutkan pasien nomor 55 merupakan lelaki usia 39 tahun yang bekerja sebagai petugas kebersihan di salah satu rumah sakit swasta di kawasan Lubuk Baja.

Dalam penelusuran diketahui, pasien itu merupakan teman sesama jamaah tabligh, pasien nomor 32 warga negara India yang meninggal.

“Pada awal Ramadhan, pasien nomor 55 melaksanakan shalat tarawih berjamaah di masjid yang sama dengan pasien nomor 46,”kata Rudi.

Sedangkan pasien nomor 56 merupakan lelaki 45 tahun buruh angkut barang, teman satu pekerjaan dengan terkonfirmasi positif nomor 46 yang saat ini masih dalam perawatan isolasi di RSKI Covid-19 Galang.

“Pasien ini juga sama-sama melaksanakan Shalat Tarawih berjamaah di mushala di Kampung Seraya,” kata Rudi menjelaskan.

Kasus nomor 57  merupakan seorang lelaki 55 tahun, petugas kamar pemulasaran jenazah di rumah sakit swasta. Pasien ini diketahui adalah teman sesama jamaah tabligh pasien nomor 32, warga negara India yang turut membantu pasien itu melakukan aktivitas sehari-hari. Pasien ini juga diketahui melakukan Shalat Tarawih berjamaah di masjid bersama pasien nomor 46.

Tak hanya itu terdapat pasien nomor 58, 59, 60 dan 61 dalam satu keluarga yang masih dalam perawatan ruang isolasi rumah sakit swasta di Lubuk Baja.

Sedangkan pasien nomor62 adalah petugas keamanan berusia 21 tahun yang pernah melaksanakan Shalat Tarawih di masjid bersama jamaah yang pernah kontak positif dengan pasien nomor 32, serta pasien 63 adalah tante dari pasien nomor 62.

“Ada juga pasien nomor 64 adalah pelajar 15 tahun tetangga pasien 35 yang telah meninggal,” katanya.

Diketahui pasien itu hadir mengikuti takziah tahlilan di rumah almarhum dan kontak dengan anaknya yang merupakan kasus nomor 38. Yang  terakhir pasien nomor 65 adalah lelaki 22 tahun yang merupakan tetangga pasien nomor 35 yang juga menghadiri takziah tahlilan saat pasien itu meninggal. (*)

Editor : Edi Faisol

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top