Follow our news chanel

Perusahaan AS akan uji coba obat berbasis ganja di Vanuatu

UU yang berlaku di Vanuatu saat ini melarang budi daya ganja. - ABC/Vanuatu Department of Tourism/Kirkland Photos
Perusahaan AS akan uji coba obat berbasis ganja di Vanuatu 1 i Papua
UU yang berlaku di Vanuatu saat ini melarang budi daya ganja. – ABC/Vanuatu Department of Tourism/Kirkland Photos

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Port Vila, Jubi – Sebuah perusahaan Amerika memilih untuk melakukan uji coba klinis obat eksperimentalnya baru, berbahan aktif dari ganja atau kanabis pada penderita diabetes di Vanuatu, akibat dari ketatnya UU Federal yang mencegah hal ini di Amerika Serikat, menurut CEO perusahaan itu.

Phoenix Life Sciences International, yang berkantor pusat di negara bagian Colorado, AS, memindahkan kantornya ke Vanuatu awal tahun ini, untuk melakukan uji klinis lanjutan.

UU yang berlaku di Vanuatu saat ini melarang budi daya ganja, tetapi perusahaan itu berencana untuk mengimpor pil dari pihak ketiga sambil menanti UU baru, yang akan diresmikan dalam waktu dekat.

Dalam sebuah artikel opini baru-baru ini di berita International Business Times, CEO perusahaan itu, Martin Tindall, kelahiran Australia, mengungkapkan industri ganja global diperkirakan akan bernilai AS $ 31 miliar pada 2021. Namun, menurut Tindall, AS tidak akan menjadi bagian dari pasar ini, karena pemerintah federal negaranya terus menolak untuk mengubah pendiriannya.

“Karena tidak bisa melakukan penelitian atas obat-obat yang berasal dari ganja untuk penderita diabetes di AS, kami terpaksa memindahkan fasilitas produksi pertama kami ke Republik Vanuatu di Pasifik Selatan.”

Saat dihubungi Pacific Beat mengenai komentar itu, Tindall, yang sebelumnya berkata ia memilih Vanuatu sebagai lokasi uji coba karena epidemi diabetes di negara itu, mendukung klaimnya, dengan mengatakan: “Kita tidak bisa memproduksi obat ini di AS dan mengekspornya ke seluruh dunia jika ia masih ilegal di tingkat federal.”

Loading...
;

“Jadi itulah yang saya maksud dengan terpaksa,” katanya.

Tetapi ada juga alasan lain mengapa Vanuatu dipilih sebagai lokasi percobaan, katanya, termasuk lingkungan Vanuatu yang optimum untuk menanam tanaman ganja.

Pada 5 Maret 2019 lalu, Tindall dan perwakilan dari Kementerian Kesehatan Vanuatu mengadakan upacara, untuk membuka klinik Phoenix Life Sciences baru di Port Vila. Saat ini klinik itu menyediakan pemeriksaan diabetes dan konsultasi kesehatan gratis untuk masyarakat lokal di Desa Erakor. Ini merupakan klinik pertama dari sejumlah lainnya, yang rencananya akan dibuka oleh perusahaan itu di Vanuatu, untuk akhirnya menyalurkan dan melakukan uji coba obat berbasis kanabis, pada pasien diabetes.

Namun beberapa praktisi kesehatan terkemuka khawatir atas uji coba ini, mengingat terbatasnya data dan bukti nyata.

Menanggapi kritik ini, Phoenix Life Sciences berkata kurangnya data itu disebabkan oleh regulasi yang melarang ganja di banyak negara.

Kementerian Kesehatan Vanuatu belum menanggapi permintaan wawancara mengenai Phoenix. (ABC/ Pacific Beat)


Editor: Kristianto Galuwo

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top