Perusahaan Kanada tolak dituduh perintahkan operasi polisi di Porgera

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Port Moresby, Jubi – Sebuah perusahaan Kanada menolak tuduhan bahwa pihaknya memerintahkan penggerebekan di kampung dekat tambang emas Porgera di Papua Nugini.

Perusahaan mengatakan operasi polisi dilakukan setelah ditemukannya obat-obatan dan bukti aktivitas kriminal lainnya di tempat tersebut.

Barrick Gold, salah seorang pemilik tambang Porgere yang dituduh memberi perintah, mengatakan foto udara menunjukkan hanya 18 struktur yang dipindahkan dan sebuah pemantau independen sekarang sedang menginvestigasi peristiwa tersebut.

Namun Asosiasi Akali Tange mengatakan pemantau tersebut tidak bertemu pihaknya, oleh karena itu mereka meminta investigasi dilakukan oleh organisasi hak azasi manusia yang memiliki reputasi baik.

Sementara melalui situsnya, Barrick mengatakan manajemen pertambangan sudah meminta informasi lebih lanjut dari polisi terkait operasi dan tuduhan yang ditujukan kepadanya.

Atas permintaan operator, mantan Pejabat Ombudsman Papua Nugini, Ila Geno mulai melakukan investigasi terhadap tempat itu.

Loading...
;

“Porgera Joint Venture harus memperhatikan semua permintaan bantuan kemanusiaan yang muncul sebagai dampak dari operasi kepolisian,” ungkap Barrick.

Perusahaan itu mengaku sudah membatasi aktivitasnya dari keterlibatan dengan operasi kepolisian yang mulai dipertanyakan. Mereka juga sudah mengklarifikasi hubungan polisi joint venture itu.

“Atas permintaan para pemimpin komunitas dan pemerintah, Porgera Joint Venture memberi bantuan terbatas bagi aktivitas polisi di wilayah itu dengan syarat petugas-petugas yang berpartisipasi dalam penegakan hukum mendatkan pelatihan dalam komunitas dan hak-hak azasi manusia serta mematuhi semua kewajiban hukum domestik dan internasional,” kata Barrick.

Dia juga mendesak pemerintah dan polisi menginvestigasi berbagai keberatan yang muncul akibat peristiwa pembakaran itu.

Sebelumnya Asosiasi menuding polisi telah membakar 150 rumah di kampung dekat Tambang Emas Porgera, dalam penggerebekan dini hari akhir minggu lalu. Menurut mereka polisi juga melakukan pemerkosaan massal kepada 8 perempuan dan enam laki-laki dihajar selama penggerebekan itu.(*)

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top