Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Perusahaan sawit asal Cina tak bayar upah 300 buruh sejak 2017

Tampak Pabrik Kelapa Sawit (PKS) yang dikelola oleh PT.Yongjing Investindo di Distrik Prafi yang kini tidak terawat pasca tutupnya perusahaan tersebut dan menelantarkan 300 karyawan. (Jubi/Hans Arnold Kapisa).
Perusahaan sawit asal Cina tak bayar upah 300 buruh sejak 2017 1 i Papua
Tampak Pabrik Kelapa Sawit (PKS) yang dikelola oleh PT.Yongjing Investindo di Distrik Prafi yang kini tidak terawat pasca tutupnya perusahaan tersebut dan menelantarkan 300 karyawan. (Jubi/Hans Arnold Kapisa).

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Manokwari, Jubi – PT.Yongjing Investindo, perusahaan perkebunan sawit berhenti beroperasi pada tahun 2017 dan belum sepenuhnya menyelesaikan pesangon 300 bekas karyawan di wilayah Distrik Warmare, Prafi dan Masni, Kabupaten Manokwari.

Berbagai upaya telah dilakukan oleh ratusan karyawan yang dipekerjakan investor Cina tersebut, namun tiga tahun lebih upaya itupun belum terjawab, meski keluhan ratusan karyawan itu dikawal oleh Serikat Buruh Seluruh Indonesia (SBSI).

Perusahaan sawit asal Cina tak bayar upah 300 buruh sejak 2017 2 i Papua

Ricky Asmuruf, koordinator Forum solidaritas anak karyawan (Forsanka) PT.Yongjing Investindo  mengatakan, kondisi yang dialami ratusan bekas karyawan kebun sawit itu tidak bisa dibiarkan berlarut karena menyangkut hak yang wajib diselesaikan oleh perusahaan. Melalui Forsanka, dia dan rekan-rekannya akan mengambil langkah untuk mendesak PT.Yongjing Investindo segera menyelesaikan hak-hak orangtuanya.

“Kami juga akan berusaha dengan cara kami, sebagai anak-anak karyawan PT.Yongjing Investindo,” ujarnya kepada Jubi di Manokwari, Kamis (10/10/2019).

Ricky menerangkan, melalui SBSI telah dilakukan pertemuan dengan pihak perusahaan yang dimediasi oleh Pemerintah Papua Barat melalui instansi teknisnya, namun pertemuan yang dilakukan berkali-kali itu tidak ada solusi penyelesaian hak-hak ratusan karyawan.

Diapun mengakui, bahwa tahun 2017 aspirasi ratusan karyawan sudah diserahkan kepada DPR Papua Barat namun hingga saat ini belum terlihat adanya tim bentukan DPR Papua Barat untuk mengawal aspirasi tersebut.

Loading...
;

“Tahun 2017, kami sudah antar aspirasi ke DPR Papua Barat, kami harap DPR sebagai wakil rakyat bisa menyuarakan aspirasi kami kepada investor dan Pemerintah untuk solusi pembayaran  upah karyawan tapi sampai saat ini belum ada kepastian,” ujar  Ricky.

Sementara, Yotam Padwa, Ketua SBSI 1992 Kabupaten Manokwari mengatakan, PT.Yongjing Investindo dinilai tidak  punya niat baik untuk melunasi hak-hak karyawan, pasca  putusan pengadilan Niaga, yang menyatakan PT.Yongjing Investindo pailit pada tahun 2018. Meski demikian, aset PT.Yongjing Investindo hingga saat ini masih digunakan oleh Capitol Grup (investor sawit) yang masih beroperasi di wilayah Distrik Masni hingga Sidei.

“Aset PT.Yongjing Investindo salah satunya adalah Instalasi Tangki Minyak Manokwari (ITMM). Aset itu  kami palang, karena hak karyawan tidak dibayar tapi asetnya dipakai secara ilegal oleh perusahaan lain selama dua tahun,”  kata Yotam kepada Jubi belum lama ini.

Dia menjelaskan, tunggakan pembayaran upah karyawan PT.Yongjing Invenstindo sekitar Rp7 miliar terhitung sejak tahun 2017. Sementara pemerintah Papua Barat sangat lamban merespons aspirasi ratusan karyawan PT.Yongjing Investindo yang berorganisasi di SBSI.

“Kami tidak mau lagi investor Cina masuk ke Manokwari. Lebih baik investolr lokal Indonesia, biar komunikasi baik bisa terjalin dan jangan lagi ada masalah yang mengorbankan ratusan pekerja di Manokwari,” ujarnya.

Sementara, Kepala dinas tenaga kerja dan transmigrasi  (Disnakertrans) Papua Barat, Frederik Saidui, yang dikonfirmasi  Jubi, belum memberikan respons terkait nasib ratusan karyawan PT.Yongjing Investindo yang pernah juga diadukan ke dinas tersebut. (*)

Editor: Edho Sinaga

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top