Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Perusahaan Tiongkok telusuri legalitas budi daya ganja di Pasifik dan PNG

Beberapa pemimpin setempat mendukung budi daya ganja di PNG selama itu legal. – Pacific Beat/ Philip Warner

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Port Moresby, Jubi – Sebuah perusahaan obatan herbal Tiongkok telah menandatangani perjanjian untuk melakukan penelitian mengenai produksi ganja di Pasifik, dengan rencana untuk budi daya 2.500 hektare ganja di Papua Nugini.

Perjanjian antara perusahaan Shineco dan organisasi bisnis regional Pasifik, Pacific Trade Invest, ditandatangani pada akhir Desember tahun lalu.

Manuel Valdez dari Pacific Trade Invest berkata meskipun rencana ini masih dalam tahap awal, langkah selanjutnya adalah tindak lanjut Shineco dengan pemerintah PNG.

β€œSudah pasti saya ingin mereka pergi ke sana (PNG) – agar mereka bisa mengurus ini antarpemerintah” kata Valdez

Ganja berasal dari tanaman Cannabis Sativa, salah satu tanaman budi daya tertua di dunia, namun ilegal di Pasifik karena satu varietas tanaman itu menghasilkan marijuana.

β€œKita perlu bertanya terlebih dahulu apakah di Pasifik itu benar-benar legal untuk membudi-dayakan ganja, jika iya, mengapa tidak,” tutur Valdez.

Loading...
;

Gubernur Provinsi East Sepik di PNG, Allan Bird, menerangkan bahwa pengacara-pengacaranya juga sedang menelaah legalitas produksi tanaman itu. Bird sendiri tidak terlibat dalam perundingan dengan Shineco, tetapi dia seorang pendukung untuk produksi Cannabis Sativa di PNG.

Dr. Stuart Gordon dari Organisasi Commonwealth Scientific and Industrial Research Organisation berkata tanaman ganja dapat tumbuh dengan subur di PNG karena tanahnya lebih muda dan curah hujan yang teratur. (Radio Australia/Pacific Beat)

 

Editor: Kristianto Galuwo

Baca juga artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top