Peserta JKN-KIS yang sedang mudik Lebaran diminta disiplin bayar iuran

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Merauke, Erfan Chandra Nugraha, ketika memberikan keterangan pers – Jubi/Frans L Kobun
Peserta JKN-KIS yang sedang mudik Lebaran diminta disiplin bayar iuran 1 i Papua
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Merauke, Erfan Chandra Nugraha, ketika memberikan keterangan pers – Jubi/Frans L Kobun

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Merauke, Jubi – Kepala BPJS Kesehatan Cabang Merauke, Erfan Chandra Nugraha, minta peserta Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) agar disiplin membayar iuran, khususnya kepada peserta yang sedang mudik Lebaran.

Permintaan itu disampaikan Erfan saat melakukan jumpa pers bersama sejumlah wartawan media cetak dan elektronik di kantornya, Senin (27/5/2019).

Dikatakan, pada kondisi gawat darurat, seluruh fasilitas kesehatan baik di tingkat pertama maupun lanjutan, wajib memberikan pelayanan penanganan kepada peserta JKN-KIS.

Dijelaskan lagi, selama peserta mengikuti prosedur dan ketentuan yang berlaku serta tindakan medis yang diperolehnya berdasarkan indikasi medis, akan dijamin dan dilayani. Lalu fasilitas kesehatan juga tak diperkenankan menarik iuran dari setiap peserta.

Pelayanan, menurutnya, hanya berlaku bagi peserta JKN-KIS yang status kepesertaannya aktif.

Lebih lanjut Erfan meminta kepada peserta JKN-KIS tak perlu khawatir menjelang masa libur Lebaran yang akan dilakukan mulai H-7 sampai H plus 7. Atau tepatnya dari tanggal 29 Mei-13 Juni 2019. Peserta akan tetap memperoleh jaminan pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan yang ditunjuk BPJS.

Loading...
;

Bahkan, jelas dia, juga termasuk peserta mudik keluar kota. Ini sebagai komitmen BPJS memberikan kemudahan portabilitas.

Chandra mengimbau kepada peserta JKN-KIS yang sedang mudik dan ingin membutuhkan pelayanan kesehatan di luar kota, dapat mengunjungi fasilitas kesehatan tingkat pertama  (FKTP) meskipun tak terdaftar.

Layanan dimaksud dapat diperoleh peserta FKTP yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan. Jika tidak terdapat FKTP yang dapat memberikan pelayanan saat liburan lebaran atau di luar jam buka layanan, peserta dapat dilayani di Instalasi Gawat darurat (IGD) rumah sakit terdekat guna mendapat pelayanan medis dasar.

Dikatakan, apabila tak terdapat FKTP yang dapat memberikan pelayanan saat  libur Lebaran di wilayah tersebut atau peserta membutuhkan pelayanan di luar jam buka layanan FKTP, dapat dilayani di IGD rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pelayanan.

Ditambahkan, saat ini dikembangkan fitur aplikasi saluran aspirasi dan penanganan pengaduan (SIPP) di rumah sakit untuk pendaftaran bayi baru lahir peserta pekerja bukan penerima upah (PBPU) serta perhitungan denda layanan. Sehingga peserta tak datang  ke Kantor BPJS.

“Selama libur lebaran juga kami membuka layanan khusus di rumah sakit melalui petugas informasi dan penanganan pengaduan (PIPP) yang meliputi pendaftaran bayi baru lahir bagi peserta segmen mandiri, perhitungan denda layanan serta penanganan pengaduan, baik terkait pelayanan rumah sakit maupun pengaduan yang perlu dieskalasi ke BPJS karena membutuhkan solusi negara,” ujarnya.

Sementara salah seorang jurnalis, Abdul Syah, mengatakan dengan materi yang disampaikan ini, kiranya bisa dapat dijabarkan dengan baik melalui tulisan, sehingga dapat dibaca dan diketahui banyak orang.

Apalagi, katanya, menjelang Lebaran pasti banyak orang  akan bepergian keluar daerah maupun sebaliknya. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top