Follow our news chanel

Halaman Kerjasama
Kampanye 3M
(Memakai masker, menjaga jarak dan menjauhi kerumunan)

Jubi Papua

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun

Author :

papua-jumpers-peresmian-venue-pon
Kabid Humas PB PON Papua, Kadkis Matdoan, bersama Ketua PB PON Papua, Yunus Wonda, saat memberikan keterangan pers - Jubi/CR-4

Tertutup untuk umum, peserta peresmian venue PON wajib miliki ID Card dari panitia

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Panitia Besar PON XX Papua memastikan peserta yang menghadiri agenda peresmian sejumlah venue PON, Jumat (23/10/20), di Stadion Lukas Enembe, wajib memiliki ID Card yang dikeluarkan oleh panitia penyelenggara berdasarkan hasil rapid test yang sudah dilakukan.

Pasalnya, panitia tetap mengikuti kesepakatan hasil rapat koordinasi bersama aparat kepolisian dan menyepakati seremonial tersebut tidak melibatkan pengunjung dalam jumlah besar. Hal itu juga dilakukan guna mengantisipasi penyebaran korona yang masih menjadi ancaman serius bagi masyarakat.

“Meski peresmian dilakukan secara virtual, tetap protokol kesehatan ketat kami berlakukan. Siapapun yang hadir, baik panitia maupun tamu undangan wajib miliki ID Card bebas dari virus korona,” kata Kabid Humas PB PON Papua, Kadkis Matdoan, kepada wartawan, Selasa (20/10/20).

“Jadi ID Card dengan barcode itu diterbitkan berdasarkan hasil rapid test yang diketahui oleh Diskominfo dan Satgas Covid-19. Siapapun yang hasilnya reaktif tidak akan diberikan ID Card itu. Ini syarat bagi peserta baik Forkopimda, panitia, bahkan wartawan yang meliput,” sambungnya.

Mantan wartawan senior ini mengungkapkan peserta yang hadir dalam agenda tersebut hanya Muspida Papua maupun tamu undangan, dan tidak dibuka untuk umum. Sebagai gantinya, masyarakat bisa menyaksikan siaran langsung seremonial tersebut via televisi swasta.

“Panitia sudah putuskan bahwa tidak ada penonton karena keputusan itu berdasarkan pertimbangan untuk kami semua berupaya untuk memutus mata rantai penularan korona. Masyarakat pun bisa menonton dan dengar secara live di media seperti TVRI, Jaya TV, dan RRI,” ungkapnya.

Baca juga: Tokoh Pemuda: Tak Semua Masyarakat Tabi menolak penamaan Stadion Lukas Enembe

Loading...
;

Sebelumnya, Ketua Panitia Peresmian Venue PON XX yang juga Ketua PB PON, Yunus Wonda, menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada masyarakat lantaran seremonial peresmian nantinya hanya akan digelar secara virtual karena tak mendapatkan izin untuk dihadiri oleh pengunjung dalam jumlah besar, mengingat situasi masih dalam masa pandemi Covid-19.

Padahal sejak jauh hari, panitia peresmian dan Panitia Besar (PB) PON XX Papua telah menyediakan posko-posko rapid test di sejumlah titik yang tersebar di Kota dan Kabupaten Jayapura untuk memeriksakan kesehatan calon pengunjung.

“Kami panitia menyampaikan permohonan maaf karena kami tidak bisa menggelar acara peresmian dengan dihadiri oleh massa, kami sudah berdiskusi terus dengan pihak keamanan. Kami tidak mendapatkan ruang untuk melibatkan peserta dalam jumlah besar,” ujar Yunus. (CR-4)

Editor: Dewi Wulandari

Scroll to Top