Follow our news chanel

Petani Badui siap panen padi huma

Ilustrasi padi, pixabay.com
Petani Badui siap panen padi huma 1 i Papua
Ilustrasi padi, pixabay.com

Petani Badui mengunakan sistem penanaman organik sehingga proses perawatan padi mencapai enam bulan setelah ditanam.

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Lebak, Jubi – Masyarakat adat Badui di pedalaman Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, siap memanen padi huma yang selama ini mereka tanam. Panen yang hendak dilakukan itu sebagai panen besar untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga dan komunitas mereka.

“Pekan depan secara serentak sudah memasuki panen padi huma,” kata Sarman, 60 tahun, seorang petani yang tinggal di kawasan hak ulayat Badui di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Selasa, (5/3/2019).

Berita terkait masyarakat adat : DAP desak KLHK bebaskan kayu masyarakat adat

Perlu ada payung hukum kemitraan pelaku usaha kayu – masyarakat adat

IUP segera berakhir, Pemprov diminta berpihak pada masyarakat adat

Loading...
;

Sarman menyatakan panen padi huma tahun ini dinilai bagus karena relatif kecil serangan hama maupun penyakit tanaman. “Kemungkinan besar panen padi huma seluas satu hektare cukup membantu persedian pangan keluarga,” kata Sarman menambahkan.

Selama ini masyarakat adat Badui belum pernah membeli beras. Selain dikonsumsi sendiri, setiap panen mereka menyimpan gabah di gudang yang disebut “leuit” atau lumbung pangan.  Sistem penyimpanan itu sudah dilakukan sebagai tradisi masyarakat agraris.

Panen padi huma bagi masyarakat Badui sudah menjadi tradisi bercocok tanam sesuai adat yang tidak boleh menanam di lahan persawahan. Petani Badui menanam padi huma di lahan-lahan perbukitan yang selalu berpindah-pindah agar tanaman padi tumbuh subur dan menghasilkan panen.

Baca juga : Saatnya Pemprov Papua tunjukkan keperpihakan pada masyarakat adat

Masyarakat Adat Papua dalam peninjauan kembali RTRW

Masyarakat adat Sentani Timur sepakat lepas lahan untuk bangun jalan

Petani Badui mengunakan sistem penanaman organik sehingga proses perawatan padi mencapai enam bulan setelah ditanam.

“Kebanyakan panen padi huma itu dari tanam September 2018,” ujar Sarman menjelaskan.

Seorang petani masyarakat Badui lain, Santa, 45 tahun juga mengaku siap panen padi huma pada pekan depan karena gabah padi sudah menguning. Santa menanam padi huma di lahan milik Perum Perhutani itu seluas 1,5 hektare dan diperkirakan bisa menghasilkan tiga ton gabah kering pungut (GKP).

“Kami merasa lega panen padi huma cukup bagus,sehingga dapat membantu persedian pangan keluarga,” kata Santa.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Lebak, Dede Supriatna, mengatakan pemerintah daerah mengapresiasi petani Badui karena persedian pangan melimpah dengan penduduk 11.600 jiwa itu.

Selama ini masyarakat Badui tercatat memiliki 4 ribu lumbung pangan dan belum pernah terjadi kehabisan gabah dari hasil panen padi huma. Masyarakat Badui juga diakui mempunyai ketahanan pangan yang kuat.

“Kami belum pernah mendengar masyarakat Badui mengalami krisis pangan,” kata Dede. (*)

Editor : Edi Faisol

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top