Follow our news chanel

Petani bingung harga cabai anjlok di Nabire

Papua
Ilustrasi cabai - Pexels.com.

Papua No.1 News Portal | Jubi

Nabire, Jubi – Harga cabai anjlok di tingkat petani di Nabire. Sekilogram cabai rawit saat ini hanya dihargai sekitar Rp50 ribu, dan cabai keriting Rp5 ribu hingga Rp10 ribu.

“Kondisi ini sudah berlangsung hampir tiga bulan. Biasanya, harga cabai rawit Rp100 ribu, dan cabai keriting sekitar Rp50 ribu sekilogram,” kata Yudha, petani cabai di Kampung Bumi Raya, Distrik Nabire Barat, Minggu (1/11/2020).

Petani menjual hasil panen kepada pengepul yang mendatangi langsung kebun mereka. Cabai-cabai itu dijual kembali dengan selisih harga sekitar Rp5 ribu hingga Rp10 ribu lebih mahal kepada pedagang di Kota Nabire.

BACA JUGA: Pupuk bersubsidi langka di Nabire

Yudha mengaku tidak paham harga cabai bisa anjlok saat ini. Dia menduga itu dampak membanjirnya pasokan dari luar.

“Cabai rawit pernah mencapai Rp200 ribu (sekilogram). Mungkin pengaruh banyak cabai dari luar Nabire sehingga harga saat ini anjlok,” ujarnya.

Anjloknya harga membuat petani merugi. Biaya perawatan cabai sangat besar, apalagi pupuk bersubsidi saat ini langka sehingga petani menggunakan pupuk nonsubsidi yang harganya jauh lebih mahal.

Loading...
;

“Kami tidak bisa berbuat banyak. Kalau ditahan (menunda panen dan penjualan), barangnya bisa rusak (cabai membusuk). Bagi kami, yang penting perputarannya cepat (cabai laku dijual),” kata Irianto, petani hortikultura di Kampung Kalisemen, Nabire Barat. (*)

 

Editor: Aries Munandar

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top