Follow our news chanel

Petani organik daerah ini dapat fasilitas sertifikasi

Ladang sayuran, Jubi/Ramah
Petani organik daerah ini dapat fasilitas sertifikasi 1 i Papua
Ladang sayuran, Jubi/Ramah

 

“Sertifikat tersebut wajib dimiliki petani jika ingin menanam dan menghasilkan produk organik untuk melindungi konsumen,”

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Ngawi, Jubi – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ngawi, Jawa Timur siap memfasilitasi pengurusan sertifikasi produk pertanian organik, terutama beras yang diproduksi petani di daerah setempat. Sertifikat organik bukan dikeluarkan pemerintah namun ada lembaga tersendiri berups Lembaga Sertifikasi Organik (LSO).

“Sertifikat tersebut wajib dimiliki petani jika ingin menanam dan menghasilkan produk organik untuk melindungi konsumen,” kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Ngawi,  Marsudi, Selasa, (30/7/2019).

Berita terkait : Petani Sigi Kembangkan Usaha Peternakan Ayam Organik

Petani binaan Dinas Pertanian budidaya sayuran organik 

Loading...
;

Papua Dorong Petani Produksi Sayuran Organik

Marsudi menyebutkan sertifkasi produk pertanian organik itu sangat penting, karena ditengarai beredar beras yang diklaim produk organik yang ternyata menggunakan bahan kimia.

Meski diakui mengurus sertifikasi organik cukup sulit, namun bukan berarti tidak mungkin dilakukan karena sejak 2013 pihaknya telah menyertifikatkan satu kelompok petani (poktan) di Kecamatan Geneng, Ngawi.

“Sedangkan, tahun ini poktan di Pangkur berpotensi menyusul,” kata Marsudi menambahkan.

Ia menjamin siap memfasilitasi jika ada kelompok tani lain yang ingin mengajukan sertifikasi organik. Langkah yang dilakukan Disperta akan membiayai proses sertifikasi organik bagi kelompok tani yang memang secara persyaratan sudah memenuhi.

Dengan catatan, lahan pertanian yang dikembangkan ukurannya memenuhi standar, yakni, minimal 5 hektare. “Kami hanya membiayai awalnya, untuk perpanjangannya jadi tanggung jawab kelompok tani sendiri,” katanya.

Sejumlah produk yang mendapat sertifikat organik harus benar-benar zero pestisida dan bahan kimia lainnya. Itu pun tidak serta merta yang sudah menerapkan pertanian sistem organik bisa langsung mendapatkannya, minimal enam kali musim tanam harus mempertahankan nol pestisida dan kimia itu. (*)

Editor  : Edi Faisol

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top