HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

Petani sayur di Kota Jayapura resah akibat minimnya ketersediaan lahan

Petani sayur di Jalan Baru Youtefa sedang istirahat usai menggarap lahan miliknya - Jubi/Ramah.
Petani sayur di Jalan Baru Youtefa sedang istirahat usai menggarap lahan miliknya – Jubi/Ramah.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Rizal menatap setiap petak atau bedeng miliknya. Seolah-olah ia sedang menghitung jumlah bedeng yang berukuran 4×12 itu.

Pasalnya, jumlah bedeng yang ia miliki dari 12 kini tersisa 7 saja. Hal ini tak lepas dari pembangunan di wilayah tersebut.

“Lagi istirahat ini, baru selesai garap lahan,” ujar Rizal sambil menunjuk lahan miliknya ketika dihampiri Jubi, Selasa (14/4/2020).

Meski sudah berkepala empat, bapak tiga anak ini tidak mau menatapi nasibnya karena lahan pertanian di Jalan Baru Youtefa itu beralih fungsi. Apalagi, di wilayah tersebut merupakan satu-satu lahan pertanian sayuran terbesar.

“Pendapatan satu bulan sudah bisa menutupi untuk uang sewa lahan dan kebutuhan sehari-hari. Kalau ada sisanya puji Tuhan bisa di tabung,” ujarnya sembari tersenyum.

Sambil menyesap sebatang rokok, Rizal bercerita dalam menjalankan usaha budidaya pertanian sayuran, ia belajar secara otodidak, karena sebelumnya ia adalah tukang bangunan.

Loading...
;

“Sekali tanam untuk kangkung, sawi, dan bayam saya bisa habiskan empat bungkus. Satu bungkusnya saya beli di toko tani Rp50 ribu. Tanaman sayur lebih gampang jika dibandingkan bertani jagung, karena lahan tanaman sayur bisa pakai berkali-kali tanpa harus membuka lahan baru,” ujar Rizal.

Lebih jauh, pria asal Toraja ini menceritakan lahan pertanian yang menjadi sumber penghidupannya selama 10 tahun itu di sewa dari Bintang Mas sebagai pemilik lahan. Satu bedeng Rp50 ribu satu bulan.

“Belum tau mau pindah ini. Kalau mau pindah nanti di Arso. Dulunya ini (lahan pertanian sayur) luasnya ada 10 hektar. Sekarang sisa tiga hektar. Katanya ada mau bikinkan pasar, ada juga yang bilang mau dijadikan terminal Pasar Youtefa,” ujar Rizal.

Ia pun menyambut baik bila pemerintah daerah dapat membantunya menyediakan lahan pertanian, walau tempatnya bukan lagi dalam kota. Ia tak keberatan asal ada tempat untuk bercocok tanam dan menghasilkan uang.

“Sangat senang karena perhatian pemerintah yang kami harapkan. Kalau tanah pertanian yang kami tanami sayur ini sudah diambil kembali sama pemiliknya, kami sudah tidak bisa lagi bercocok tanam,” ujar Rizal.

Menyikapi ini, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Jayapura, Jean Hendrik Rollo mengatakan, petani sayur yang setiap hari bercocok tanam di Jalan Baru Youtefa adalah salah satu penyuplai kebutuhan sayur di Kota Jayapura.

“Kami siap mendampingi dengan menyediakan lahan di kawasan Distrik Muara Tami. Kalau memang kawasan itu tidak bisa lagi dipertahankan maka bisa mengambil bagian untuk mengolah lahan pertanian di sana,” ujar Rollo.

Menurut Rollo, pembinaan tersebut dilakukan agar petani sayur yang sudah bertahun-tahun bercocok tanam di Jalan Baru Youtefa tersebut tetap bisa produktif.

“Sudah menjadi tanggung jawab pemerintah ketika sarana tidak bisa dipenuhi oleh petani maka kami coba untuk mencukupi,” ujar Rollo. (*)

Editor: Edho Sinaga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top

Pace Mace, tinggal di rumah saja.
#jubi #stayathome #sajagako #kojagasa