Petani Tabanan Gagal Panen Akibat Hama Tikus

Tabanan, Jubi/Antara – Serangan hama tikus melanda areal persawahan di Desa Wanasari, Banjar Priyukti, Kabupaten Tabanan, Bali menyebabkan sekitar 90 persen tanaman padi di daerah itu gagal panen.

“Tanaman padi saya rusak diserang hama tikus sehingga tidak bisa panen, otomatis tidak mempunyai penghasilan,” kata Made Sukerti, seorang petani dari Desa Wanasari, Kabupaten Tabanan, Jumat (14/8/2015).

Ia mengatakan akibat serangan hama tikus yang melanda sebagian besar sawah petani di daerah ini menyebabkan produksi penurun tajam.

“Kalau panen gabah baik, biasanya menghasilkan Rp 1,5 juta setiap kali panen dari penjualan padi di sawah secara borongan, namun sekarang hanya mendapatkan 150 kg gabah,” ucapnya.

Sukarti menambahkan, dari 150 kg gabah tersebut, dijual hanya laku Rp 500 ribu.

Wanita paruh baya ini mengharapkan adanya upaya perburuan tikus yang dilakukan petani dibantu aparat TNI bisa mengurangi populasi hama tikus, sehingga produksi padi kembali baik.

Sejumlah anggota TNI berbaur dengan ratusan petani memburu tikus yang menjadi hama tanaman padi di persawahan subak Priyukti, Desa Wanasari, Kabupaten Tabanan, Bali, Kamis pagi (13/8).

Loading...
;

Kebersamaan TNI-petani memberantas hama tikus, karena binatang itu selama ini menggerogoti tanaman padi hingga rusak dan petani setempat mengalami gagal panen.

Made Suriyadi, ketua Subak Priyukti, Desa Wanasari mengatakan, kegiatan memburu hama tikus dilakukan terhadap lahan seluas 99 hektare.

“Dari 99 hektare lahan sawah di subak tersebut, 40 hektare di antararanya tanaman padi dalam keadaan rusak akibat serangan hama tikus,” kata Made Suriyadi. (*)

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top