Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Petisi Rakyat Papua menggalang dukungan di Nabire

papua
Foto ilustrasi, para peserta aksi Komite Aksi Penolakan Otsus Jilid II di Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Senin (10/8/2020), membakar peti mati Otsus Papua. - IST

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Nabire, Jubi – Penanggungjawab Petisi Rakyat Papua Tolak Otsus Wilayah Nabire, Jefry Wenda menggelar pertemuan yang dihadiri perwakilan pemuda, pelajar dan mahasiswa, para kepala suku, tokoh agama dan Dewan Adat Papua Wilayah Meepago di Nabire. Sabtu (12/9/2020). Pertemuan itu untuk menyatukan pemahaman menyikapi rencana pemerintah pusat merevisi Undang-undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Papua atau UU Otsus Papua.

Menurut Wenda, sebelum menentukan pilihan untuk menerima atau menolak revisi UU Otsus Papua itu, pihaknya terlebih dahulu menjaring aspirasi dari berbagai kalangan. Aspirasi itu nantinya akan menjadi dasar untuk menentukan apakah Otsus Papua pantas dilanjutkan, atau dihentikan.

“Kami hadir di sini untuk menyatuhkan pemahaman terkait wacana Otsus Jilid II. Apakah akan menolak atau menerima tawaran itu,” kata Wenda dalam pertemuan pada Sabtu itu.

Polemik terkait “memperpanjang Otsus Papua” atau “menolak Otsus Papua” muncul karena besaran kucuran Dana Otsus Papua akan berkurang mulai 2021. UU Otsus Papua tidak mengatur jangka waktu berlakunya Otsus Papua. Akan tetapi, kucuran “penerimaan khusus” atau Dana Otsus Papua setara 2 persen plafon Dana Alokasi Umum sebagaimana diatur Pasal 34 ayat (3) huruf e UU Otsus Papua akan berakhir pada 2021.

Baca juga: Front Rakyat Papua gelar aksi tolak Otsus jilid II

Hal itu memunculkan wacana evaluasi Otsus Papua dan revisi UU Otsus Papua. Pada 22 Januari 2020, Tempo.co melansir pernyataan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian yang berharap revisi UU Otsus Papua segera dibahas dan disahkan tahun ini. Hal itu dinyatakan Tito dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat di Jakarta, 22 Januari 2020.

Banyak pemangku kepentingan politik di Papua menyatakan akan menolak atas rencana sepihak Jakarta memberlakukan “Otsus Jilid II”, hingga sejumlah tokoh politik di Papua memunculkan Petisi Rakyat Papua. Petisi itu digulirkan untuk menyatukan penolakan terhadap rencana revisi UU Otsus Papua. Petisi itu disosialisasikan di berbagai daerah, termasuk disosialisasikan di Nabire pada Sabtu.

Loading...
;

Dalam pertemuan di Nabire pada Sabtu, Jefry Wenda menyatakan harus ada alasan yang jelas untuk menolak Otsus Papua itu. Sebaliknya, jika ada pihak yang akan menerima Otsus Papua, pihak itu harus memiliki alasan yang jelas.

Baca juga: MRP: Kemendagri dan MPR for Papua mendukung rencana RDP evaluasi Otsus Papua

“Pertemuan hari ini adalah untuk mencari solusi. Kalau aspirasinya sudah ada, cara menyampaikannya seperti apa. [Apakah dengan] turun ke jalan, atau dalam bentuk menyampaikan [keterangan] pers disampaikan, nanti dilihat perkembangannya seperti apa,” kata Wenda.

Ketua Dewan Adat wilayah Meepago, Oktovianus Pekei mengatakan pertemuan untuk membahas Otsus Papua harus dilakukan, karena Otsus Papua akan segera berakhir. Pekei menyatakan pihaknya harus membahas apakah Otsus Papua diperpanjang, atau dihentikan saja.

“Sebab, kebijakan itu akan berdampak kepada masyarakat. Yang namanya kebijakan publik, wajib dilakukan konsolidasi kepada masyarakat selaku pihak yang terdampak dari kebijakan itu,” kata Oktovianus Pekei.

Perwakilan pemuda, Yos Pekei menyatakan penggalangan aspirasi rakyat itu adalah sikap murni rakyat Papua yang menilai Otsus Papua telah gagal.  “Jadi, apapun bentuk penyampaian aspirasinya, tidak kita tujukan kepada elit di Papua dan Jakarta. Kita ingin tunjukkan bahwa Otsus ini gagal total,” ujar Yos.(*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top