Petisi RUU alokasi MP perempuan diserahkan ke pemerintah Vanuatu

Petisi bersejarah itu meminta pemerintah untuk meresmikan RUU tentang Temporary Special Measures (TSM), agar 50% kuota atau kursi cadangan di Parlemen pada 2020 dan seterusnya dialokasikan khusus untuk Perempuan. DVU/Oxfam In Vanuatu/Twitter
Petisi RUU alokasi MP perempuan diserahkan ke pemerintah Vanuatu 1 i Papua
Petisi bersejarah itu meminta pemerintah untuk meresmikan RUU tentang Temporary Special Measures (TSM), agar 50% kuota atau kursi cadangan di Parlemen pada 2020 dan seterusnya dialokasikan khusus untuk Perempuan. DVU/Oxfam In Vanuatu/Twitter

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Port Vila, Jubi – Tokoh masyarakat telah melakukan protes damai di jalan-jalan di Port Vila pada Selasa pagi (29/10/2019), untuk menyerahkan secara langsung satu salinan petisi kepada Parlemen dan Pemerintah Nasional Vanuatu.

Petisi bersejarah itu meminta pemerintah untuk mengajukan, serta Parlemen untuk meresmikan, RUU tentang Temporary Special Measures (TSM) agar ada 50% kuota atau kursi cadangan di Parlemen pada 2020 dan seterusnya dialokasikan khusus untuk Perempuan. Kelompok itu meminta agar RUU ini dibahas dalam sidang parlemen November 2019.

“Kita percaya akan Parlemen tegas dan pantas yang benar-benar mewakili masyarakat Vanuatu. Tapi sekarang, Parlemen kita berantakan. Parlemen kita telah kehilangan hatinya!” menurut Jeannette Lini-Bolenga, salah satu Program Manager di Oxfam di Vanuatu.

“Sudah waktunya untuk memastikan ada keseimbangan keterwakilan di parlemen, untuk semua warga negara Vanuatu. Solusinya jelas: Vot Woman!”

Kelompok ini mulai berjalan kaki Independence Park pukul 8 pagi Selasa, dan selesai pukul 11 pagi di Gedung Parlemen. Sejumlah tokoh masyarakat, termasuk Madlen Netvunei, anggota Vanuatu Civil Society Disability Network, menyerahkan petisi itu secara langsung kepada Pemerintah dan Anggota Parlemen.

Inisiatif Vot Woman mendukung semua perempuan yang maju untuk ikut dalam pemilu 2020, terlepas dari apakah mereka mencalonkan diri sebagai caleg independen atau sebagai bagian dari partai politik.

Loading...
;

Namun tidak semua pemimpin perempuan ni-Vanuatu mendukung desakan ini. Jenny Ligo dari Coalition for Gender Equality, Merelyn Abel, CEO Vanua’aku Pati, Manina Packete, pemimpin perempuan, dan Vanessa Molisa, wakil presiden PENAMA Vavine Bulu Association dengan tegas menolak mendukung petisi ini. Mereka menuduh Oxfam telah ikut campur dalam politik Vanuatu dan mendesak Menteri Dalam Negeri, Andrew Napuat, untuk mengecek status Oxfam di negara itu.

Sementara itu Komisi Pemilihan Umum Vanuatu telah mengumumkan bahwa pemilu tahun depan akan diadakan 19 Maret 2020. (Daily Post Vanuatu)


Editor : Kristianto Galuwo

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top