Follow our news chanel

Previous
Next

Petugas KKP menyamar menjadi nelayan mengatasi destructive fishing

Kapal nelayan sedang parkir di Tempat Pendaratan Ikan Hamadi, Kota Jayapura, Papua. - Jubi/Ramah

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jakarta, Jubi – Petugas Kementerian Kelautan dan Perikanan menyamar sebagai nelayan dan menjadikan kapal pengawas perikanan sebagai layar lebar untuk sarana sosialisasi untuk mengatasi aktivitas penangkapan ikan yang merusak atau destructive fishing.

“Kami terus meningkatkan upaya untuk memberantas destructive fishing, sebagai contoh di Makassar, Sulawesi Selatan, kami berhasil mencegah kegiatan destructive fishing setelah pengawas perikanan menyamar menjadi nelayan,” kata Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan KKP, Tb Haeru Rahayu, Rabu, (17/8/2020).

Baca juga : Dinas Perikanan Kota Jayapura serahkan bantuan kepada OAP

Kementerian KP diminta bangun pelabuhan samudera perikanan di Biak

DKP Mukomuko kembalikan dana asuransi nelayan

Sedangkan di Ambon KP menjadikan kapal pengawas perikanan sebagai layar lebar untuk sarana sosialisasi anti destructive fishing.

Loading...
;

Tercatat penyamaran menggunakan kapal nelayan selama tiga hari pada periode 13 hingga 15 Juni 2020. Kapal yang digunakan Kapal Pengawas Perikanan (KP) Hiu Macan 03 bersama personel Pengelola Taman Wisata Perairan (TWP) Kapoposang-BKKPN Kupang.

“Dari kegiatan itu kami menangkap dan menggagalkan kegiatan destructive fishing yang dilakukan oleh dua kapal nelayan yaitu KM Yusnia dan KM Star None,” kata Haeru menambahkan.

Kedua kapal tersebut mencoba melakukan penangkapan ikan di kawasan konservasi Kapoposang, Makassar, dengan menggunakan alat bantu berupa kompresor. “Kompresor ini dilarang apabila digunakan sebagai alat bantu pernafasan saat menyelam untuk menangkap ikan,” kata Haeru menjelaskan.

Ia mengingatkan sudah banyak korban akibat penyalahgunaan kompresor ini sehingga dapat mengakibatkan cedera serius sampai kematian. Selain itu mereka juga beroperasi di kawasan konservasi yang dilindungi.

Tercatat di Ambon, Kepulauan Maluku, awak Kapal Pengawas Perikanan (AKP) Hiu 013, melaksanakan sosialisasi anti detructive fishing secara maraton dengan nelayan setempat untuk mengampanyekan bahaya penangkapan ikan dengan cara yang merusak, pelestarian sumber daya perikanan yang dilindungi sampai upaya menjaga laut dari sampah.

“Sejalan dengan arahan Menteri Kelautan dan Perikanan, upaya membina nelayan Indonesia terus kami lakukan dengan berbagai cara. Teman-teman AKP juga ikut berperan aktif dalam upaya tersebut,” katanya. (*)

Editor : Edi Faisol

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top