PH Jakub belum terima petikan putusan MA

Jakub Fabian Skrzypski dan Simon Magal saat menjalani sidang di PN Wamena beberapa bulan lalu - Jubi. Dok
PH Jakub belum terima petikan putusan MA 1 i Papua
Jakub Fabian Skrzypski dan Simon Magal saat menjalani sidang di PN Wamena beberapa bulan lalu – Jubi. Dok

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Tim penasehat hukum atau PH, Jakub Fabian Skrzypski menyatakan belum menerima petikan putusan terkait kasasi yang diajukan PH ke Mahkamah Agung Republik Indonesia (MA RI) beberapa waktu lalu.

Satu di antara PH Jakub, Latifah Anum Siregar mengatakan pihaknya belum mendapat surat pemberitahuan dari Pengadilan Negeri (PN) terkait putusan MA terhadap kasasi yang diajukan. Pernyataan itu dikatakan Anum Siregar kepada Jubi, Kamis (19/12/2019).

PH mengajukan kasasi karena menilai vonis lima tahun oleh Majelis Hakim PN Wamena, Kabupaten Jayawijaya terhadap warga Polandia yang dituduh makar tersebut lebih berat dari semestinya. Akan tetapi dalam putusanya terhadap kasasi yang diajukan PH, MA menambah dua tahun hukuman Jakub menjadi tujuh tahun penjara.

“Kan biasanya PN tempat berlangsungnya sidang yang memberikan. Berarti PN Wamena seharusnya memberitahukan kepada pihak Jakub. Biasanya didahului dengan petikan dua atau tidak halaman terakhir, tidak keseluruhan. Tapi belum ada,” kata Anum Siregar.

Menurut Anum, pihaknya mengetahui jika MA memperberat hukuman Jakub melalui pemberitaan media dan informasi dari konsulat Kedutaan Polandia.

PH Jakub kini mulai menyiapkan langkah upaya pemindahan kliennya ke luar Papua jika telah menerima putusan MA. Selama ini upaya pemindahan belum dilakukan karena belum ada putusan hukum tetap.

Loading...
;

“Kalau MA sudah putuskan, berarti sudah punya hukum tetap. Prosedur itu sudah bisa kami lakukan. Waktu itukan didahului dengan prosedur yang dilakukan oleh pihak kedutaannya,” ujarnya.

Rencana memindahkan penahanan Jakub ke luar Papua lanjut Anum, telah dibahas dengan pihak Kedutaan Polandia, ketika konsulat dari negara tersebut mengunjungi Jakub di Wamena beberapa pekan lalu.

“Ketika itu belum ada putusan kasasi sehingga belum bisa dilakukan. Kalau sudah ada putusan MA, berarti proses sudah bisa dijalankan,” ucapnya.

Kepala Seksi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Jayawijaya, Ricarda Arsenius mengatakan dalam putusannya, MA menambah hukum Jakub dua tahun penjara dari vonis lima tahun penjara yang diputuskan PN Wamena pada Mei 2019.

“Kini Jakub telah menjadi terpidana dan dipindahkan dari sel Polres Jayawijaya ke Lembaga Pemasyarakatan Wamena,” kata Ricarda beberapa hari lalu.

Menurutnya, jika ada permintaan pemindahan lokasi penahanan itu merupakan kewenangan Lembaga Pemasyarakatan dan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Papua. (*)

Editor: Edho Sinaga

 

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top