Follow our news chanel

Previous
Next

Pidato di sidang umum PBB, Raja Salman kritik Iran

Ilustrasi Putra Mahkota Arab Saudi, pixabay.com

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jakarta, Jubi Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz Al Saud, secara terbuka mengkritik Iran dalam pidato di hadapan Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNGA) ke-75, Rabu (23/9/2020). Raja Salman mendesak masyarakat dunia mencari jalan keluar atas sikap Iran yang dinilai mendukung aksi terorisme.

“Pengalaman kami dengan rezim Iran telah mengajarkan kami bahwa solusi parsial dan ketenangan tidak menghentikan ancamannya terhadap perdamaian dan keamanan internasional,” kata Raja Salman.

Ia menuturkan Arab Saudi memiliki tujuan untuk menjalin persahabatan dengan Iran selama beberapa dasawarsa terakhir, tapi Iran diduga telah meningkatkan “kegiatan ekspansionis” dan membangun “jaringan teror” di seluruh Timur Tengah. Iran juga disebut menyebarkan “kekacauan, ekstremisme, dan sektarianisme”.

Tercatat Arab Saudi dan Iran tidak pernah akur. Ketegangan di antara kedua negara meningkat sejak awal perang saudara di Yaman pada 2015 seiring dengan kemunculan Putra Mahkota Saudi, Mohammad bin Salman. Pada 2016, pengunjuk rasa Iran menggeledah kedutaan besar Saudi di Teheran sebagai tanggapan atas eksekusi ulama Syiah di Saudi, Sheikh Nimr al-Nimr.

Baca juga : Kematian tiga pangeran Arab Saudi menjadi misteri di tengah pandemi

Arab Saudi usir nelayan Iran dari perairannya

Loading...
;

Mantan kepala intel Arab Saudi ini diburu pangeran MBS

Setelah mencaci Iran, Raja Salman menyatakan dukungan secara diam-diam atas kesepakatan normalisasi antara Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, dan Israel. Dia mendukung semua upaya untuk memajukan perdamaian.

“Kami mendukung upaya pemerintah AS saat ini untuk mencapai perdamaian di Timur Tengah,” ujar raja Salman menjelaskan.

Namun Raja Salman menegaskan kembali komitmen kerajaan terhadap prakarsa perdamaian Arab 2002 yang isinya menawarkan pengakuan atas Israel hanya dengan imbalan penarikan Israel dari wilayah Arab, dan mendirikan negara Palestina dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kota.

Raja Salman juga membahas konflik di Yaman dan menyalahkan Iran atas krisis yang terjadi di sana. Arab Saudi telah memimpin koalisi militer regional melawan pemberontak Houthi Yaman yang bersekutu dengan Iran.

“Mereka terus menargetkan warga sipil di Yaman dan di kerajaan,” kata Salman, seraya menuduh Houthi mengganggu pengiriman bantuan internasional dan menolak meredakan konflik.

Baik Houthi maupun koalisi pimpinan Arab Saudi telah dituduh melakukan pelanggaran hak asasi manusia dalam konflik yang menewaskan lebih dari 100 ribu orang itu.

Namun Kelompok HAM menyalahkan Arab Saudi dan sekutu mereka, Uni Emirat Arab, karena serangan udara yang mereka lakukan menghantam bangunan tempat tinggal, rumah sakit, sekolah, pemakaman, dan pabrik selama lima tahun terakhir yang banyak warga sipil menjadi korban atas serangan itu. (*)

CNN Indonesia

Editor : Edi Faisol

 

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top