TERVERIFIKASI FAKTUAL OLEH DEWAN PERS NO: 285/Terverifikasi/K/V/2018

Pidato kemenangan, Biden janji bagi penyandang disabilitas

Papua
Ilustrasi, pixabay.com

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jakarta, Jubi – Presiden Amerika Serikat terpilih, Joe Biden menyertakan kelompok penyandang disabilitas sebagai warga negara yang harus diakomodasi kepentingannya. Pernyataan Joe Biden itu mendapat antusias positif dari para aktivis isu disabilitas Amerika Serikat.

“Banyak mimpi yang sudah terlalu lama ditunda. Kita harus membuat janji negara menjadi nyata bagi semua orang, tidak peduli ras, etnis, keyakinan, identitas, atau kedisabilitasannya,” ujar Joe Biden dalam pidato resmi pertamanya, Minggu (8/11/2020).

Baca juga : Joe Biden unggul dalam awal penghitungan suara 

Ini para juragan AS penyumbang Joe Biden 

Jagokan Joe Biden, penjudi Inggris ini bertaruh Rp18 miliar

Sikapnya terhadap penyandang disabilitas itu pernah ia sampaikan pada 26 Juli 2020 bertepatan peringatan berlakunya undang-undang disabilitas Amerika. Saat itu Biden menerbitkan rencana aksi dalam mengusung isu penghormatan, perwujudan dan akomodasi yang layak bagi penyandang disabilitas.

Terdapat tujuh aksi yang dikenal dengan Joe Biden Plan bagi penyandang disabilitas. Salah satu kondisi yang diprioritaskan adalah pemulihan ekonomi dan ketersediaan akses lapangan kerja bagi difabel. Prioritas ini muncul setelah Joe Biden mengetahui tantangan yang dihadapi penyandang disabilitas selama pandemi Covid-19 ini berkali lipat dibanding warga negara pada umumnya.

Argumentasi itu pula yang digunakan untuk melawan kebijakan calon presiden petahana, Donald Trump mengenai pembatasan jaminan sosial bagi penyandang disabilitas di Amerika Serikat yang berjumlah lebih dari 61 juta orang. Joe Biden juga berjanji memberikan kuota keikutsertaan difabel di Gedung Putih.

“Kami akan menunjuk direktur kebijakan disabilitas di dalam Dewan Kebijakan Domestik untuk memastikan bahwa isu disabilitas mendapat perhatian yang layak,” kata Joe Biden.

Advokat bagi isu kesetaraan disabilitas, Sarah Colero mengatakan terharu dengan pidato biden itu . “Saya begitu terharu mendengar pidato Joe Biden. Saya bukan pendukungnya, tapi dia menyebutkan kata itu: disabilitas,” ujar Sarah Colero melalui Twitter.

Menurut Sarah Colero, ini pertamakalinya ada penyebutan identitas penyandang disabilitas secara resmi dalam pidato presiden Amerika Serikat.

Selama ini, menurut dia, belum ada satupun presiden Amerika Serikat yang menyebut identitas difabel, bahkan Presiden George Bush yang meneken undang-undang penyandang disabilitas Amerika atau America Disability Act. (*)

Editor : Edi Faisol

 

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending

Terkini

JUBI TV

Rekomendasi

Follow Us