Pihak adat mesti dilibatkan untuk selamatkan hutan sagu di Kota Jayapura

Papua
Ilustrasi Hutan Sagu yang terbakar - Jubi. Dok

Papua No.1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Ketua Pemuda Adat Port Numbay, Rudi Mebri berpendapat Pemerintah Kota atau Pemkot Jayapura mesti melibatkan pihak adat dalam upaya menyelamatkan hutan sagu yang tersisa di sana.

Ia mengatakan, hutan sagu di ibu kota Provinsi Papua makin hari makin menipis, bahkan nyaris punah akibat tergerus pembangunan.

“Kalau saya, dia (Pemkot Jayapura), harus undang pihak adat duduk bicara karena kalau lahan itu sudah lepas, lepas seperti apa. Itu yang dia harus duduk kembali bicarakan dengan pihak adat,” kata Rudi Mebri kepada Jubi, Senin (28/6/2021).

Menurut Rudi Memberi yang selama aktif dalam kegiatan lingkungan dan budaya itu, jika pemerintah daerah tidak melibatkan adat, sulit untuk memproteksi hutan sagu di wilayah Kota Jayapura.

Kata Rudi Mebri, ia tidak alergi dengan pembangunan, akan tetapi sagu juga adalah modal bagi orang adat.

“Itu dia punya dusun. Namun ketika sagu tidak ada lagi, kita tinggal bayangkan bagaimana kelangsungan hidup daripada orang asli setempat itu dalam kota ini,” ujarnya.

Katanya, kalaupun pemerintah berupaya melindungi hutan sagu dengan regulasi, cara itu dinilai tidak menjamin. Sebab, semua kembali kepada kepala daerah. Apakah punya niat sungguh atau tidak.

Loading...
;

“Kemudian apa arahan dia kepada OPD. Visi mereka menyusun itu menurut saya terbalik. Daerah Otsus, harus bicara aturan turunan UU Otsus, susun visi misinya dari situ. Sehingga RPJM mengacu ke sana. Kalau mengacu undang-undang sektoral, rakyat tidak diprioritaskan di dalamnya, apalagi orang asli,” katanya.

Sebelumnya, Wali Kota Jayapura, Benhur Tomi Mano mengatakan, wilayah pemerintahannya, dulunya dipenuhi hutan sagu, yang menjadi tumpuan kehidupan masyarakat adat di sana.

“Akan tetapi, seiring perkembangan zaman dan pembangunan, sudah tak ada lagi pohon-pohon sagu. Yang tersisa hanyalah hutan sagu di wilayah Muara Tami,” kata Tomi Mano pertengahan pekan lalu.

Wali Kota Jayapura mengatakan, untuk itu Dinas Pertanian Kota Jayapura mengembangkan budidaya hutan sagu di Muara Tami. Kebijakan itu mestinya dilakukan karena sagu menjadi makanan khas orang Papua. (*)

Editor: Edho Sinaga

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending

Terkini

JUBI TV

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top