HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

Pilkada Merauke 2020, pertarungan sesama anak Marind

Kantor Bupati Merauke. Merebut kursi Bupati Merauke, 23 September 2020, pasangan independen sudah bisa mencalonkan diri - Jubi/teras.id
Pilkada Merauke 2020, pertarungan sesama anak Marind 1 i Papua
Kantor Bupati Merauke. Merebut kursi Bupati Merauke, 23 September 2020, pasangan independen sudah bisa mencalonkan diri – Jubi/teras.id

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Orang-orang Marind Buti di Kota Merauke adalah gambaran hari ini dengan hidup mengais pasir dan menjala ikan di tengah pertarungan sesama anak suku Marind. Mereka merebut kursi orang nomor satu di Kabupaten Merauke.

Tercatat sudah beberapa kali anak anak Marind pimpin Kota Rusa, mulai dari John Gluba Gebze, penjabat bupati Merauke Thobias Mbearme Gebze, hingga Mbaraka dari Pulau Kimaam. Sampai bupati sekarang anak mantan Bupati Thobias Mbearme Gebze yakni Frederikus Gebze.

Pilkada Merauke 2020, pertarungan sesama anak Marind 2 i Papua

Agaknya terlalu dini untuk menuding pelengseran para pejabat Marind di penghujung tahun 2019, karena ada aroma para pejabat itu diduga hendak mencalonkan diri jadi bupati. Bahkan pengembalian kendaraan dinas maupun rumah dinas dianggap pula beraroma politis praktis.

Menyimak laporan jurnalis Jubi dari Kota Rusa Merauke mungkin benar dugaan itu atau bisa jadi secara kebetulan, sebab keempat mobil yang ditarik itu yakni dari Timotius Ndiken, pejabat di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), Kabag Hukum Setda Merauke, Yoseph Gebze, Sekretaris Bapenda, Hendrikus Mahuze, dan Kepala Distrik Merauke, Christian Ndiken. Semua pejabat itu jelas anak anak terbaik suku Marind jika dilihat dari fam atau marga yang melekat pada nama para pejabat mulai Ndiken, Mahuse, dan Gebze.

Selain para pejabat di atas yang dianggap para kandidat yang mencalonkan diri, salah satu kandidat sudah memasang baligo di depan kantor Yapsel Merauke di jalan misi Kota Merauke. Kandidat itu bernama Max Mahuse, seorang petani rambutan dari Kampung Muting. Alumnus Akademi Pertanian Nasional di Bandung ini sejak lama meninggalkan panggung politik setelah pertarungan perebutan kursi nomor satu melawan kandidat kuat John Gluba Gebze.

Walau demikian Max Mahuse pernah menduduki kursi dewan dari salah satu partai politik, Partai Amanah Nasional (PAN) Kabupaten Merauke. Tak lama di DPRD Kabupaten Merauke, Max Mahuse pulang dan tinggal di Kampung Muting dan berkebun buah rambutan.

Loading...
;

Sedangkan mantan Bupati Merauke periode 2011-2015, Romanus Mbaraka, sudah mengunjungi masyarakat di kampung-kampung yang tidak terjangkau pelayanan, sekaligus memberikan bingkisan entah dalam bentuk sembako maupun kebutuhan lain sebagaimana dilansir Metro Merauke.com. Meski tak bicara soal mau mencalonkan diri tetapi akhir Desember sudah berkunjung ke Dusun Yakyu, Kampung Rawa, Biru, Distrik Sota, Kabupaten Merauke.

Selain itu sosok lain yang secara terbuka mencalonkan diri adalah Obeth Rumetna, yang beralamat di Jalan Sumatera, Kelurahan Seringgu Jaya, Kabupaten Merauke. Pegawai dari Kantor Balai Wilayah Sungai Papua di Kabupaten Merauke mencalonkan diri karena melihat realita masyarakat di Kabupaten Merauke.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Merauke, Papua sudah melaksanakan sosialisasi mekanisme pencalonan Bupati-Wakil Bupati Pilkada 2020 dari jalur perseorangan, Kamis (31/10/2019).

Sosialisasi tersebut sebagai tindak lanjut, setelah sebelumnya KPU setempat telah melakukan pleno penetapan syarat jumlah dukungan minimum dan persebaran bagi pasangan calon perseorangan atau independen.

Ketua KPU Merauke, Theresia Mahuze, menjelaskan sesuai jadwal, penyerahan dokumen  dukungan bagi calon perseorangan mulai dibuka 11 Desember 2019 sampai 5 Maret 2020.

“Sehingga, yang mau maju dalam Pilkada lewat jalur independen, bisa siapkan dokumen dukungan yang akan diserahkan ke KPU. Yaitu terdiri dari surat penyataan dukungan atau B1-KWK, KTP Elektronik, dan rekapitulasi,” katanya sebagaimana dilansir Metro Merauke.com

Dalam hal penyerahan dokumen dimaksud, Ketua KPU meminta agar diperhatikan dengan baik. Nantinya, berkas dokumen dukungan yang masuk ke KPU akan dilakukan verifikasi.

Menurut Ketua KPU Merauke, syarat dukungan calon bupati/wakil bupati dari jalur perseorangan pada Pilkada 2020 di Merauke, yakni harus mengantongi dukungan sebanyak 14.583 penduduk dengan persebarannya minimal di 11 distrik.

Dikutip dari CNN Indonesia.com, Pilkada serentak 2020 digelar pada 23 September 2020. Ada 270 daerah yang ikut serta, terdiri dari sembilan provinsi dan 261 kabupaten/kota.

Di Papua ada Kabupaten Nabire, Kabupaten Asmat, Kabupaten Keerom, Kabupaten Waropen, Kabupaten Merauke, Kabupaten Mamberamo Raya, Kabupaten Pegunungan Bintang, Kabupaten Boven Digoel, Kabupaten Yahukimo, Kabupaten Supiori, dan Kabupaten Yalimo.

Sementara di Papua Barat ada Kabupaten Pegunungan Arfak, Kabupaten Manokwari Selatan, Kabupaten Sorong Selatan, Kabupaten Raja Ampat, Kabupaten Kaimana, Kabupaten Teluk Bintuni, Kabupaten Fakfak, Kabupaten Teluk Wondama, dan Kabupaten Manokwari. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top