Pilkada tak langsung bukan tidak demokrasi

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jayapura, Jubi – Wakil Ketua Komisi I DPR Papua bidang pemerintahan, politik, hukum dan HAM, Tan Wie Long mengatakan, pilkada tak langsung bukan tidak demokrasi, namun lantaran adanya beberapa faktor yang menjadi pertimbangan.

Hal itu dikatakan Tan, terkait pernyataan Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP), Timotius Murib yang menyatakan, pihaknya akan mendorong agar pilkada di Papua dikembalikan ke DPR.

"Sebenarnya sistem demokrasi itu ada yang langsung seperti sekarang ini dan ada yang tidak langsung atau pemilihan di DPR. Pilkada langsung di Papua selama ini tidak hanya butuh biaya besar, juga banyak masyarakat korban," kata Tan via teleponnya, Rabu (12/9/2018).  

Menurutnya, melihat proses demokrasi langsung selama ini, akan lebih hemat jika pemilihan kepala daerah (gubernur-wakil gubernur) dilakukan di DPR Papua atau DPRD kabupaten (kota) untuk pilkada bupati (wali kota).

Katanya, secara pribadi ia mendukung keinginan MRP itu. Apalagi ini bukan baru baru, namun wacana tersebut sudah ada sejak beberapa waktu lalu.

"Tapi memang butuh kerja keras. Semua pihak perlu duduk bersama, termasuk para akademisi mengkaji itu agar bagaimana dapat dikabulkan. Dimasukkan dalam regulasi yang ada," ujarnya. 

Loading...
;

Ketua MRP, Timotius Murib saat menemui demonstran di halaman kantor MRP, Senin (10/9/2018) mengatakan, pihaknya akan berinisiatif mendorong ke Menteri Dalam Negeri (Mendagri) agar mengkaji kembali pelaksanaan pilkada di Papua untuk dikembalikan ke DPR.

"Sering pilkada di Papua berujung masalah. Anggaran puluhan miliar harus disiapkan untuk menyelesaikan konflik. Nyawa hilang percuma," kata Murib.

Namun salah satu akademisi dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Cenderawasih (FISIP Uncen) Jayapura, Hiskia C.H Sapioper kepada Jubi beberapa waktu lalu mengatakan, pilkada tak langsung sama saja mengembalikan demokrasi di Indonesia ke zaman Orde Baru (Orba).

"Jika itu dilakukan, mengalami kemunduran. Menciderai apa yang diperjuangkan menuju era reformasi. Menciderai demokrasi," kata Sapioper kala itu. (*)

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending

Terkini

JUBI TV

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top