Pimpin Dewan Adat Suku Sentani, Kaway mereformasi sistem kelembagaan

Mubes DAS Sentani, Papua
Penyerahan rekomendasi hasil Mubes DAS Sentani kepada Ketua DAS Sentani terpilih, Origenes Kaway. - IST

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Sentani, Jubi – Musyawarah Besar Dewan Adat Suku atau DAS Sentani yang berlangsung di Pendopo Adat Kampung Bambar, Distrik Waibhu, Kabupaten Jayapura pada 16-17 September 2021 lalu telah memilih Origenes Kaway sebagai Ketua DAS Sentani, menggantikan Demas Tokoro yang meninggal karena sakit. Origenes Kaway menyatakan pembenahan sistem kelembagaan DAS akan menjadi salah satu prioritas program kerjanya.

Kaway menjelaskan Musyawarah Besar (Mubes) DAS Sentani melalu sidang komisinya telah memutuskan sejumlah penataan kembali sistem kelembagaan DAS dalam periode berjalan. DAS Sentani juga akan mencermati isu strategis dalam proses pembangunan yang sedang berjalan di tengah masyarakat adat, termasuk pemetaan hak ulayat masyarakat adat Suku Sentani.

“Sesuai rekomendasi Mubes kemarin, selain menata sistem kelembagaan DAS, ada juga status-status kepemilikan hak ulayat. Baik itu tanah, air dan hutan, serta batas-batas wilayah adat yang belum terselesaikan maupun yang belum jelas. Itu akan ditindak lanjuti hingga selesai dan sesuai dengan kepemilikannya, ” ujar Kaway saat dihubungi melalui panggilan telepon di Sentani, ibu kota Kabupaten Jayaupura, Papua, Sabtu (18/9/2021).

Baca juga: Dewan Adat Suku Sentani gelar Mubes, membahas ini

Kaway mengatakan kepengurusannya akan mengembalikan hubungan dan status masyarakat adat yang selama ini terabaikan. DAS Sentani juga ingin menghentikan praktik sejumllah oknum-oknum yang memanfaatkan masyarakat adat untuk kepentingan tertentu, termasuk politik, ekonomi dan kepentingan secara pribadi.

Anggota DPR Papua itu mengharapkan dukungan dari semua pihak, terutama masyarakat adat Suku Sentani untuk mengembalikan dan memperbaiki tatanan adat istiadat serta budayanya. “Hari ini kita mengembalikan posisi adat seperti semula, tidak bisa diintervensi oleh siapa saja, termasuk pemerintah. Yang lalu, adat diatur oleh pemerintah, sekarang tidak lagi. Adat akan mengatur dirinya sendiri, ” jelasnya.

Baca juga: DAS Sentani desak Pemkab Jayapura segera selesaikan sengketa batas kampung

Loading...
;

Terkait pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional atau PON XX Papua, Kaway mengaku pihaknya mendukung penyelenggaraan PON di Kabupaten Jayapura. Namun ia menyatakan PON harus memberikan dampak positif bagi masyarakat adat di Kabupaten Jayapura.

“Kami sedang menunggu kehadiran panitia untuk berkoordinasi. Sebab, untuk menggerakan masyarakat menyukseskan kegiatan besar itu, tidak hanya sebatas menyuarakan saja. Ada harga yang harus diberikan kepada pemilik hak ulayat setempat, ” ucapnya.

Perwakilan salah satu ikatan perempuan asal Sentani, Dorlince Mehue mengatakan Mubes DAS Sentani itu sangat penting untuk menata kembali harapan dan aspirasi masyarakat yang tidak dilaksanakan DAS Sentani. “Rekomendasi khusus dari kami sebagai perempuan Sentani kepada DAS, pelaksanaan PON XX Papua perlu melibatkan perempuan asal Sentani. Mendekati masa pelaksanaan, belum ada ruang dan tempat bagi perempuan Sentani untuk terlibat secara langsung di dalamnya,” kata Mehue. (*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top