Follow our news chanel

Previous
Next

Pimpin Misa Kamis Putih, ini ajakan Uskup Agung Semarang tangani Covid-19

Ilustrasi Misa Natal -Tempo.co
Pimpin Misa Kamis Putih, ini ajakan Uskup Agung Semarang tangani Covid-19 1 i Papua
Ilustrasi Misa Natal -Tempo.co

Mendorong umat menggalang kebersamaan dan bergerak bersama dengan lainnya untuk memberikan pelayanan terbaik serta sepenuh hati kepada siapa saja

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Semarang, Jubi – Uskup Agung Semarang Monsinyur Robertus Rubiyatmoko mengajak umat Katolik di wilayah kegembalaannya di sebagian Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta  “lumbung kemurahan hati” dalam rangka mendukung penanganan pandemi Covid-19 dan dampak luasnya. Lumbung kemurahan hati yang dimaksud adalah kepedulian, cinta kasih membantu sesama yang mengalami kesulitan akibat pandemi COVID-19.

“Inilah saatnya kita membuka lumbung-lumbung kemurahan hati’ kita, membuka gudang-gudang kepedulian kita, membuka tabungan cinta kasih’kita, untuk kita gunakan bersama, khususnya dengan mereka mereka yang mengalami kesulitan,” kata Rubiyatmoko ketika memimpin Misa Kamis Putih secara “live streaming” dari Katedral Santa Perawan Maria Ratu Rosario Suci Randusari, Kota Semarang, Kamis (9/4/2020) malam.

Baca juga : Kobar disinfeksi 50 gereja di Kabupaten Jayapura

Ibadah Minggu sejumlah Gereja di Kabupaten Manokwari ditiadakan akibat Covid-19

Dinkes Papua minta gereja sosialisasikan pencegahan Covid-19 

Loading...
;

Rubiyatmoko juga mendorong umat menggalang kebersamaan dan bergerak bersama dengan lainnya untuk memberikan pelayanan terbaik serta sepenuh hati kepada siapa saja, terutama yang paling terdampak pandemi virus corona baru itu.

Pada khotbah Misa Kamis Putih, secara konselebrasi bersama sejumlah imam Keuskupan Agung Semarang itu, ia juga menjelaskan tentang makna ibadat yang menjadi rangkaian umat Katolik merayakan Tri Hari Suci Paskah tersebut, ketika Yesus memberikan teladan kepada para murid untuk saling melayani, antara lain melalui pembasuhan kaki dan makan bersama.

Ibadat yang juga dikenal sebagai perjamuan malam terakhir Yesus bersama para murid itu, hingga saat ini dilakukan umat Katolik sebagai perayaan ekaristi (misa), sebagaimana mereka jalani, terutama setiap Minggu.

“Tuhan Yesus telah memberikan teladan cinta kasih kepada manusia secara nyata dengan memberikan diri-Nya hingga wafat disalib, melayani secara total kepada manusia,” kata Rubiyatmoko menjelaskan.

Menurut dia, pentingnya umat mewujudkan semangat pelayanan kepada sesama dengan sepenuh hati, mulai dari lingkungan terkecil, yakni keluarga, untuk selanjutnya kepada tetangga dan komunitas. (*)

Editor : Edi Faisol

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top