HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

Pinguin tali dagu turun tajam akibat perubahan iklim

Ilustrasi, pixabay.com

Sejak survei terakhir pada tahun 1971, menjadi kurang dari 53.000 pasangan hari ini.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Antartika, Jubi โ€“ Ilmuan menyebut jumlah pinguin tali dagu di Antartika Barat telah berkurang sebanyak 77 persen sejak mereka disurvei pada 1970-an. ย Penguin tali dagu merupakan spesies pinguin yang mendiami berbagai pulau dan pantai di Pasifik Selatan dan Samudera Antartika.

“Penurunan jumlah pinguin yang memakan krill sejenis udang itu benar-benar dramatis,” kata ahli biologi konservasi, Steve Forrest, yang bergabung dengan tim ilmuwan dari dua universitas di AS, Stony Brook dan Northeastern dalam ekspedisi Antartika yang baru saja berakhir.

Baca juga :ย Dewan HAM PBB akui adanya klaim pengungsi perubahan iklim

Siklon kedua serang Pasifik, Fiji kembali tegaskan lawan perubahan iklim

Dewan HAM PBB akui adanya klaim pengungsi perubahan iklim

Loading...
;

Ia menjelaskan ada sesuatu yang terjadi pada bangunan dasar rantai makanan di kawasan yang mereka teliti. โ€œKelimpahan makanan semakin sedikit yang mendorong populasi penguin tali dagu semakin rendah seiring waktu. Pertanyaannya adalah, apakah itu akan berlanjut?” kata Steve, menambahkan.

Para ilmuwan bepergian dengan dua kapal Greenpeace, Esperanza dan Arktik Sunrise, melakukan ekspedisi mereka ke Antartika Barat dari 5 Januari hingga 8 Februari, mereka menggunakan teknik survei manual dan pesawat nirawak (drone) untuk menilai skala kerusakan.

Laporan ekspedisi itu menyebutkan jumlah pinguin chinstrap di satu habitat penting di Pulau Gajah telah anjlok sekitar 60 persen sejak survei terakhir pada tahun 1971, menjadi kurang dari 53.000 pasangan hari ini.

“Sementara beberapa faktor mungkin berperan, semua bukti yang kita miliki menunjukkan bahwa perubahan iklim bertanggung jawab atas perubahan yang kita lihat,” kata Heather Lynch, profesor ekologi dan evolusi di Universitas Stony Brook.

Baca juga  Kembali menangkan Pemilu, Modi mulai bicarakan kabinet baru India

Organisasi Meteorologi Dunia mengatakan pekan lalu sebuah pangkalan penelitian di Antartika telah mencatat suhu terpanas di benua itu – 18,3 derajat Celsius (64,94 derajat Fahrenheit) – karena pemanasan global menyebabkan peningkatan mencairnya lapisan es di sekitar kutub selatan.

Sementara organisasi lingkungan, Greenpeace, menyerukan PBB berkomitmen untuk melindungi 30 persen lautan dunia pada tahun 2030 sesuai dengan permintaan para ilmuwan. Peran pemerintah diperlukan untuk menghentikan kerusakan akibat aktivitas manusia yang berbahaya.

Amerika Serikat akan bertemu mulai 23 Maret hingga 3 April untuk mencoba menyepakati perjanjian laut global, yang kemudian bisa memakan waktu bertahun-tahun untuk meratifikasinya.

“Kita akan kehilangan sebagian besar dari apa yang kita cintai … seperti penguin dari Pulau Gajah,” Frida Bengtsson, juru kampanye Greenpeace Oceans, kepada Reuters di Pulau Anvers.

Menurut dia, keberadaan laut sangat penting untuk mengatur iklim global. (*)

Editor : Edi Faisol

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top

Pace Mace, tinggal di rumah saja.
#jubi #stayathome #sajagako #kojagasa