Follow our news chanel

Pledge United sentuh kesetaraan gender melalui sepakbola

Salah seorang peserta coaching clinic yang digelar Pledge United sedang menulis kata Respect di tangan kirinya sebagai simbol melawan kekerasan terhadap perempuan dan anak – Jubi/Roy Ratumakin
Pledge United sentuh kesetaraan gender melalui sepakbola 1 i Papua
Salah seorang peserta coaching clinic yang digelar Pledge United sedang menulis kata Respect di tangan kirinya sebagai simbol melawan kekerasan terhadap perempuan dan anak – Jubi/Roy Ratumakin

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Tingginya angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di Provinsi Papua khususnya di Kota Jayapura sejak 2016 hingga kini mencapai 2.000-an kasus dan menjadi perhatian serius oleh berbagai kalangan, termasuk Pledge United.

Pledge United adalah sebuah program yang menggunakan sepakbola untuk membuat remaja laki-laki sadar akan masalah kekerasan berbasis gender di Indonesia khususnya di Kota Jayapura.

“Kami selalu peduli dengan pemberdayaan anak dan perempuan. Kami juga ingin anak perempuan memiliki peluang yang sama dengan laki-laki dalam setiap bidang kehidupan untuk menjadi sukses, dan kami bermimpi akan Indonesia yang aman untuk semua. Itu sebabnya kami ada sejak 2017 lalu untuk menyuarakan kesetaraan gender,” kata Koordinator Pledge United Nasional, Ino Matulessy, kepada Jubi, di Jayapura, Rabu (8/1/2020).

Kata Ino, kenapa melalui sepakbola, karena menurutnya dengan sepakbola, pihaknya berharap anak laki-laki bisa sadar akan masalah kekerasan gender di Indonesia khususnya di Papua.

“Kami mendidik anak laki-laki usia 13 hingga 18 tahun bagaimana mereka menghargai dan mengerti soal kesetaraan gender. Sehingga tingkat kekerasan terhadap perempuan bisa menurun tentunya. Sepakbola ini jadi satu kekuatan di bangsa Indonesia. Bicara sepakbola di negara ini adalah sesuatu yang luar biasa, dan lewat sepakbola kita sudah tidak bisa membedakan suku, derajat, dan juga agama. Bermain di sepakbola berarti menjadi satu tim,” ujarnya.

Untuk itu, dirinya yakin dengan sepakbola bisa dilakukan perubahan.

Loading...
;

“Sudah ada 5.500 telah membuat ikrar untuk respek dan menghargai perempuan. Mereka tidak ingin menjadi seperti generasi sebelumnya, mereka ingin menjadi agen untuk perubahan dalam komunitas bagi Indonesia khususnya di Kota Jayapura yang setara,” katanya.

Ricardo Salampessy, salah satu pemain profesional dari klub Persipura Jayapura, mengatakan materi yang diberikan oleh pihak Pledge United sangat bermanfaat bagi dirinya dan juga para pelatih SSB yang ada di Kota Jayapura.

“Selama ini, kita yang ketahui perempuan dan anak hanya sebagai objek yang harus dibina akibat kekerasan tersebut, tetapi kita tidak sadar bahwa subjek sebenarnya yaitu laki-laki yang harus diberikan pemahaman soal kesetaraan gender,” katanya.

Mantan pemain Persiwa Wamena dan Persebaya Surabaya itu menambahkan materi yang diberikan cukup sederhana yaitu bagaimana kesetaraan gender itu dimulai dari rumah dan laki-laki tersebut harus menjadi agen perubahan dalam lingkungannya.

“Kita mulai dulu di dalam rumah, bagaimana kita menghargai istri, orangtua kita, anak-anak kita. Setelah itu baru hal ini kita terapkan dalam lingkungan sekitar, dan saya rasa, kita semua bisa melakukan perubahan kalau ada niat yang kuat untuk membuat sebuah perubahan tersebut,” ujarnya.

Thomas Madjar, salah satu pelatih SSB Batik, menambahkan dari materi yang didapatkan tersebut pihaknya dituntut untuk memberikan pemahaman tentang kesetaraan gender terhadap anak didiknya di SSB yang dibina.

“Sekolah sepakbola ini kan kebanyakan anak laki-laki. Harapannya, anak-anak yang berada di SSB ini menjadi agen perubahan di keluarganya dan juga lingkup sekolahnya. Dengan begitu, kita bisa menekan angka kekerasan terhadap perempuan yang selama ini terjadi di Papua khususnya Kota Jayapura,” katanya.

Hadir dalam pelatihan dan coaching clinic tersebut di antaranya Thomas Madjar (SSB Batik), Melkias Papari (SSB Batik), Ronald Pattinama (SSB Batik), Stenly Noya (SSB Batik), Ardus Kelly Pepuho (SSB Emsyk), Yance Rumbino (PPLP Provinsi Papua), Priagung Dani Atmojo (Papua United, Sentani), Melkior (SSB Yoka), Edward Katunggung (SSB Harapan, Sentani), Chatterina (SSB Harapan, Sentani, Angganetha Pepuho (SSB Harapan, Sentani), dan Ricardo Salampessy (Persipura Jayapura). (*)

Editor: Dewi Wulandari

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top