Plus-minus wisuda online versi wisudawan baru Uncen

papua
Ekspresi kebahagiaan Paulus Nanaryian, wisudawan Ilmu Komunikasi Fakultas MIPA Universitas Cenderawasih, Jayapura, Papua setelah dikukuhkan sebagai sarjana via daring.—Jubi/ Theo Kelen.

Papua No.1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Sebanyak 1.291 mahasiswa Universitas Cenderawasih mengikuti wisuda periode ketiga secara daring, Kamis (26/11/2020).

Beberapa wisudawan yang diwawancarai Jubi menanggapi ada nilai minus-plus wisuda daring yang terpaksa dilakukan Universitas Cenderawasih di Jayapura, Papua karena masih dalam kondisi pandemi Covid-19.

Merlin Waworuntu, lulusan Program Studi Pendidikan Guru PAUD mengatakan wisuda daring kali ini memiliki nilai minus-plus tersendiri. Nilai minusnya tidak bisa bertemu dengan semua teman seangkatannya.

BACA JUGA: Bersejarah, kali pertama Uncen wisuda online akibat Covid-19

“Kita gak bisa ketemu dalam artian nggak ada euforia untuk merayakan bersama-sama, mungkin bersama rektor gitu, dipindahkan kuncir itu kan satu momen yang membanggakan juga toh,” katanya kepada Jubi, Kamis (26/11/2020).

Seteleh mengikuti wisuda secara daring dari rumah melalui Youtube, Merlin bersama keluarganya datang untuk berfoto bersama di stan studio foto di depan Auditorium Universitas Cenderawasih.

Loading...
;

“Tadi jam 9 tepat ikut lewat streming Youtube dari rumah, kemudian datang ke sini untuk berfoto bersama keluarga, datang begitu aja, ya tidak ada momen yang terlalu spesial begitu,” kata Merlin yang juga kepala PAUD Petra Bucend 2 Entrop.

Sedangkan nilai plus wisuda daring, menurut Merlin adalah dari sisi kesehatan. Semuanya bisa terhindar dari penyebaran virus korona. Apa lagi Rektor Uncen menurutnya sangat disiplin dan tegas tidak mau mengambil resiko sampai ada mahasiswa yang terjangkit virus korona.

“Ya, nilai plusnya itu, kita bisa jaga jarak, kita bisa jaga kesehatan, kurang puas sih, tapi tidak apa-apa karena dalam seribu orang ini kalau datang semua auditorium pasti akan full dan kita tidak tau mana yang terinfeksi dan mana yang tidak,” kata wisudawan asal Manado tersebut.

Melihat kondisi penyebaran virus korona yang masih tinggi, menurut Merlin, ke dapan mau tidak mau semua orang harus bersiap diri. Proses pendidikan tetap akan berjalan secara daring.

“Apa lagi saya sebagai kepala PAUD Petra, kami akan tetap melakukan pembelajaran jarak jauh, pakai daring, terus lewat Google Meeting, Google Classroom, cuma itu yang bisa kami lakukan dan kebanyakan orang tua tidak mau ada pertemuan tatap muka,” kata mahasiswa tugas belajar tersebut.

Grace Bokway, wisudawan lainnya mengatakan wisuda daring sedikit mengecewakan, kerena tidak bisa berkumpul dengan wisudawan lainnya dan tidak dapat menyaksikan langsung bersama-sama ketika rektor memindahkan kuncir.

“Kan kalau ofline kita biasanya kumpul bersama di Audotorium, tapi online kita masing-masing di rumah,” ujar lulusan Program Studi Antropologi FISIP Uncen tersebut.

Agar bisa diwisuda secara daring dengan teman seangkatan, Grace dan 25 teman lainnya berinisiatif mengikuti wisuda daring bersama tapi dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

“Kami pakai aula museum Uncen, jadi cuma mahasiswa yang ikut, orang tua atau keluarga tidak bolek masuk, tetap di luar saja,” kata wisudawati asal Wasior tersebut.

Walaupun wisuda daring, ia tetap senang dan bangga karena pada akhirnya bisa lulus. Ia berharap akan melanjutkan studi S2 di luar negeri.

“Ke depannya saya secara pribadi mau cek-cek beasiswa untuk kuliah S2 di luar negeri, sementara ada persiapan untuk kursus juga, tapi kalau belum ada nanti kerja dulu,” ujarnya.

Wisudawan lainnya, Paulus Nanaryain mengatakan wisuda daring sangat membantu  mengurangi kemacetan dan beban biaya. Contohnya orang tua yang jauh tidak harus datang, tetapi langsung bisa menonton melalui Youtube.

“Kalau datang kan butuh ongkos pulang-pergi, walaupun memang pada momen ini mereka harus hadir, tapi setidaknya momen begini bisa membantu kita para wisudawan juga,” kata lulusan Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas MIPA Uncen, Papua tersebut.

Paulus bahagia telah menyelesaikan studi dan ia akan fokus untuk mencari pekerjaan.

“Saya bahagia sudah melewati satu fase di mana orang tanya kita terus kapan wisuda? Khusus saya yang sudah sekitar delapan tahun kuliah ini dan ya, ke depanya saya cari peluang kerja dulu di mana saja,” kata wisudawan asal Tanimbar tersebut.

Universitas Cenderawasih mengalihkan wisuda secara langsung seperti biasa menjadi wisuda secara online atau daring untuk mengatasi penularan Covid-19. Wisuda secara online pertama kali dilakukan pada wisuda periode I tahun akademik 2019/2020 pada Kamis, 29 Mei 2020.

Kejadian itu tercatat sebagai sejarah bagi kampus yang berdiri pada 10 November 1962 tersebut. (CR-7)

Editor: Syofiardi

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top