Follow our news chanel

Previous
Next

PM PNG Minta Bougainville tetap kibarkan benderanya

Perdana Menteri Papua Nugini, James Marape. - Post-Courier

Papua No.1 News Portal | Jubi

Port Moresby, Jubi – Perdana Menteri Papua Nugini, James Marape, telah meminta Bougainville agar bendera Papua Nugini tetap berkibar di pulau saat ia mengumumkan akan mentransfer sejumlah wewenang dari Bougainville.

PM Marape, yang menitikkan air mata di Bougainville saat pelantikan parlemen keempat Bougainville dipimpin oleh Presiden Bougainville Ishmael Toroama, mengatakan pertemuan pertama Badan Pengawas Bersama (JSB) akan membahas hal ini dan masalah-masalah lainnya.

“Kami akan mulai bekerja untuk menarik kekuasaan kami dari Bougainville,” tegas Marape.

“Kami ingin menghormati suara yang sudah diberikan oleh orang-orang Bougainville. Meski diskusi tentang kemerdekaan secara politik masih akan memakan waktu, ke depan ini kami ingin Bougenville mulai bertanggung jawab secara independen, mempraktikkan pemerintahan sendiri dan otonomi dalam perekonomian secepatnya dan saya berjanji akan menggunakan pendekatan ini dengan seluruh pemerintah saya semaksimalnya, memberdayakan (Bougainville) hingga mencapai titik tertinggi.”

“Satu-satunya hal yang saya minta adalah ketika saya tiba di Arawa, dan saya menekankan hal ini, adalah tetap melayangkan bendera kami.”

Beberapa komitmennya untuk mengurangi kekuasaan PNG di Bougainville yang ia umumkan termasuk diantaranya mengalihkan sepenuhnya saham BCL kepada pemerintah dan pemilik tanah adat Bougainville, transfer penuh semua wewenang untuk meningkatkan pendapatan negara (termasuk pertambangan, perikanan, kehutanan dan pertanian) ke Bougainville, pemberdayaan UKM untuk Bougainville dengan mengalokasikan 10 % anggaran UKM ke Bougainville, serta mengizinkan Bougainville untuk berinteraksi dengan mitra bilateral dan multilateral lainnya selama masih dalam lingkup kebijakan luar negeri PNG.

Loading...
;

PM Marape menegaskan bahwa ini adalah bagian dari apa yang, menurutnya dan pemerintah pusat, merupakan langkah penting untuk diambil sementara kedua pemerintah bekerja bersama-sama untuk maju ke tahap berikutnya dari Perjanjian Damai Bougainville 2001.

Marape mengingatkan provinsi lain mengenai otonomi

Marape juga telah secara terbuka memperingatkan provinsi lain di PNG untuk tidak meminta, atau membahas tentang otonomi, referendum atau kemerdekaan, dan jika ada yang melakukan hal itu akan dianggap pelanggaran tindakan pidana menghasut setelah sebuah UU baru disahkan oleh Parlemen.

PM tidak menyebutkan kerangka waktu tertentu, tetapi mengatakan UU tersebut akan “segera” disahkan dan “selama ia masih menjabat”.

Dalam pidatonya yang emosional kepada orang-orang Bougainville, Marape menerangkan bahwa Bougainville adalah kasus khusus dan akan ditangani dengan tujuan untuk mencari solusi terbaik. (Post-Courier)

 

Editor: Kristianto Galuwo

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top