Follow our news chanel

Halaman Kerjasama
Kampanye 3M
(Memakai masker, menjaga jarak dan menjauhi kerumunan)

Jubi Papua

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun

Author :

papua
Sekretaris PMI Kota Jayapura Stevanus R. Toding. - Jubi/Ramah

PMI Kota Jayapura tetap layani donor darah meski pandemi

Papua No.1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Sekretaris Palang Merah Indonesia atau PMI Kota Jayapura, Stevanus R. Toding, mengatakan layanan donor darah tetap dilakukan meski di tengah pandemi Covid-19 atau virus korona.

“Pelayanan ini kami lakukan agar warga benar-benar merasakan kehadiran PMI, sehingga warga tidak kesulitan mendapatkan darah,” ujar Toding kepada Jubi, Kamis (19/11/2020).

Dikatakan Toding, pelayanan donor darah di masa pandemi berbeda dengan sebelumnya, karena warga ragu akan tertular Covid-19 melalui jarum dan alat pelindung diri yang digunakan petugas PMI.

“Mungkin saat mendonorkan darah, ada virus di situ (alat perlindungan diri) pada petugas Unit Transfusi darah sehingga menimbulkan kekhawatiran,” ujar Toding.

Namun, dikatakan Toding, PMI Kota Jayapura terus menyakinkan masyarakat bahwa pelayanan di masa pandemi Covid-19 sesuai protokol kesehatan dan tandar operasional prosedur new normal sehingga bisa sama-sama aman.

“Banyak kebutuhan darah di masa pandemi ini, yang masih perlu kami penuhi sehingga kami kerja untuk merealisasikan karena ketakutan warga untuk mendonorkan darah,” ujar Toding.

Toding menambahkan, kesehatan masyarakat tetap menjadi perhatian utama bagi petugas PMI meski dalam masa pandemi Covid-19. Toding mengharapkan dukungan dari masyarakat untuk mendonorkan darah demi membantu sesama.

Loading...
;

Ketua PMI Cabang Kota Jayapura, Rustan Saru, mengatakan pelayanan darah di masa pandemi tetap dilakukan demi menjaga persediaan dalam memenuhi kebutuhan darah dari warga.

“Di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini, warga tidak perlu khawatir untuk mendonorkan darahnya, dan kami pastikan aman dari penularan virus tersebut, karena petugas yang memberikan pelayanan menerapkan protokol kesehatan secara ketat,” ujar Rustan.

Dikatakan Rustan, persediaan darah semat menurun drastis mencapai 50 persen sejak pandemi Covid-19, apalagi saat diberlakukannya Pembatasan Sosial Diperluas Diperketat sehingga banyak warga yang berdiam diri di rumah.

“Berkat upaya yang kami lakukan, persediaan darah mulai stabil berkat program yang kami lakukan agar persediaan darah terjaga. Kalau ada warga yang membutuhkan darah, langsung saja mendatangi Unit Transfusi Darah. Saya mau sampaikan kepada warga bahwa yang dibayar bukan kantong darah, tapi biaya administrasi,” ujar Rustan. (*)

 

Editor: Kristianto Galuwo

Scroll to Top