PMKRI Manokwari: Papua zona darurat HAM

Papua
Mimbar bebas PMKRI Manokwari peringati hari HAM se dunia. (Jubi/Hans Arnold Kapisa)

Papua No.1 News Portal | Jubi

Manokwari, Jubi – Mimbar bebas Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia  (PMKRI) cabang Manokwari, menyampaikan jika hingga saat ini tanah Papua masih berada dalam zona darurat hak asasi manusia (HAM).

Seruan itu untuk mengingatkan  pemerintah Indonesia dibawah pimpinan Presiden Joko Widodo, serius menyelesaikan pelanggaran HAM Papua, karena prioritas pembangunan infrastruktur Jokowi bukan solusi.

Yulius Woi, ketua presidium PMKRI cabang Manokwari, menyatakan proses diskriminasi rasial terhadap orang asli Papua masih terjadi secara masif lewat pemberlakuan hukum,  politik, sosial, ekonomi, dan pendidikan.

“Lewat  mimbar bebas hari ini, kami nayatakan sikap menolak segala bentuk diskriminasi terhadap orang asli Papua di dalam Negara Indonesia dan pemerintah harus berani selesaikan pelanggaran HAM di tanah Papua,” ujar Yulius, Kamis (10/12/2020).

Dalam aksi tersebut, PMKRI juga mendesak pimpinan TNI/Polri menarik kembali seluruh pasukan organik dari tanah Papua, karena dengan [program] militerisasi, korban pelanggaran HAM terus bertambah dan satupun belum diselesaikan.

“Kami juga mendesak Komnas HAM untuk menuntaskan peristiwa penembakan terhadap pendeta Jeremia Zanambani di Intan Jaya pada 19 September 2020 dan penembakan terhadap katekis Gereja Katolik, Rofinus Tigau di distrik Sugapa pada 26 oktober 2020 sesuai hukum yang berlaku di NKRI,” terangnya.

Pantauan Jubi, aksi mimbar bebas puluhan mahasiswa PMKRI Manokwari dikawal belasan aparat kepolisian sektor Amban dan Polres Manokwari.

Loading...
;

Kepala Kepolisian Sektor Amban, IPTU B. Limbong, mengatakan aksi mimbar bebas yang digelar di jalan (depan kampus) tidak memiliki izin, dan dinilai melanggar protokol kesehatan.

“Karena tak ada izin, maka aksi mereka kami batasi hanya sampai pukul 12.00 waktu Papua. Karena di masa pandemi pun tidak diperbolehkan adanya kegiatan yang mengumpulkan massa,” kata Limbong. (*)

Editor : Edho Sinaga

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top