PNG berduka atas kepergian Sir Mekere Morauta

Sir Michael Somare di tepi peti rekannya sesama mantan Perdana Menteri PNG, Sir Mekere Morauta. -Tim Media MP Justin Tkatchenko

Papua No.1 News Portal | Jubi

Port Moresby, Jubi – Suara isak dan tangisan yang menyayat hati dari kedua bibinya di gereja dan saat penguburan, dan suara terompet yang memainkan Last Post di Bukit Independence merupakan momen-momen penuh kesedihan ketika Sir Mekere Morauta dimakamkan pada Jumat (8/1/2021).

Sir Mekere, mantan perdana menteri Papua Nugini, pegawai negeri yang senior dan anggota parlemen, dimakamkan dengan upacara campuran antara tradisi asalnya dari Provinsi Gulf dan upacara militer, oleh keluarganya dan bangsa PNG di Port Moresby.

Putranya James tersendat-sendat ketika membaca ayat favorit almarhum ayahnya dari Mazmur 23: Tuhan adalah Gembalaku, takkan kekurangan aku.

Dia menjelaskan di hadapan gereja yang padat bahwa itu adalah ayat Alkitab favorit ayahnya, yang juga dibacakan saat upacara pemakaman almarhum saudaranya Stephen di Australia.

“Ini adalah Mazmur favorit ayah saya. Dia membacakannya di Toaripi, pada saat pemakaman saudara laki-laki saya Stephen pada 1999,” katanya. “Pasal ini juga dibacakan untuknya sebelum dia meninggal di Brisbane saat Lady Roslyn dan saya duduk bersamanya. Ini dibacakan oleh Joy Yip (teman keluarga) di upacara pemakaman di Brisbane.”

Pendeta Jack Moha memimpin upacara pemakaman. Perdana Menteri James Marape dan pemimpin oposisi Belden Namah turut membacakan sambutan. Teman dekat Sir Mekere dari universitas, Sir Rabbie Namaliu dan Sir Charles Lepani juga membaca sambutan merela.

Loading...
;

Karangan bunga diletakkan oleh anggota parlemen, pejabat, anggota keluarga, dan teman.

Joy Yip, seorang teman dekat keluarga, berterima kasih kepada pemerintah PNG atas pemakaman kenegaraan bagi Sir Mekere.

“Upacara penyambutan di bandara, mengatur sehingga Sir Mekere dapat dimakamkan di Parlemen dan upacara pemakaman hari ini, semuanya telah dilakukan dengan penuh hormat dan bermartabat. Keluarga sangat menghargai pengakuan yang diberikan kepada Sir Mekere dan bantuan dari pemerintah, ”ujarnya.

Yip lalu berterima kasih kepada orang-orang dari seluruh dunia yang mengirimkan ucapan belasungkawa.

Peti itu kemudian dibawa dengan usungan militer dari gereja ke Bukit Independence.

Semua bendera di Gedung Parlemen dan Bukit Independence dikibarkan setengah tiang.

Penguburan itu tertutup bagi anggota masyarakat, namun masih banyak yang datang untuk menyaksikan dari balik pagar.

Upacara adat lalu dilakukan oleh Gubernur Provinsi Gulf, Chris Haiveta, dan kepala suku Wesley Siare Popoie yang mewakili masyarakat Kukipi.

Marape memimpin gerombolan anggota parlemen dan pejabat saat memberikan penghormatan terakhir mereka sebelum peti mati diturunkan ke dalam makam.

Disadur dari Post-Courier, Presiden Bougainville Ishmael Toroama, meneteskan air mata saat meletakkan karangan bunga atas nama orang-orang Bougainville. Presiden Toroama berkata Sir Mekere akan dikenang karena mereformasi tata kelola dan struktur ekonomi PNG, tetapi bagi mereka di Bougainville, dia akan dikenang selamanya sebagai pembawa damai. (The National)

 

Editor: Kristianto Galuwo

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top