PNG dan Indonesia Diminta Harus Ungkap Pelaku Penyandera Dua WNI

Pdt. Dr. Phil Erari (kiri) bersama Dr. Jemima Krey. Jubi/www.refdag.nl
Pdt. Dr. Phil Erari (kiri) bersama Dr. Jemima Krey. Jubi/www.refdag.nl

Yogyakarta, Jubi – Wakil Ketua Majelis Dewan Pertimbangan Persatuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), Pendeta Phil Karel Erari mengatakan negara Papua Nugini (PNG) dan Indonesia harus mengungkap siapa penyandera dua warga negara Indonesia beberapa waktu lalu.

“PNG harus mengungkapkan siapa yang menyandera. Indonesia juga harus ungkap dua orang yang disandera itu siapa? Dan siapa yang menyandera dua orang itu,” katanya kepada Jubi, Minggu (20/9/2015).

Kata dia, publik di Indonesia terutama di Papua sudah terlanjur meraba-raba. Dan aksi penyaderaan terhadap dua warga negara Indonesia tersebut terkesan seperti drama yang direkayasa.

“Publik sudah terlanjur meraba raba, bahkan terkesan ini drama yang direkayasa. Karena bulan ini Indonesia dan PNG sedang menghadapi rekomendasi Pasific Island Forum (PIF) tentang Fact Finding Mission pelanggaran HAM di Papua. Dan dukungan untuk masalah Papua yang diajukan ke Komisi 24 tentang De-Kolonisasi di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB),” ungkap Pendeta Erari, yang juga mantan ketua PGI ini.

Seperti dikabarkan media ini sebelumnya, Konsul RI di Vanimo, Elmar Lubis kepada wartawan usai acara penyerahan kepada wartawan di Kantor Imigrasi di Skouw-Wutung mengatakan bahwa upaya pembebasan sudah dimulai dari Minggu lalu sejak insiden penyanderaan terjadi.

“Yang menjadi prioritas adalah keselamatan kedua tersangka tersebut. Sejak itu pihak PNG melakukan upaya mencari wilayah yang diduga menjadi tempat kedua sandera berada. Sedikit demi sedikit pihak Army PNG melakukan komunikasi dengan kami,” katanya.

Dua warga Indonesia yang dikabarkan hilang sejak Rabu (9/9/2015) lalu dan dicurigai telah disandera oleh sekelompok Orang Tak di Kenal (OTK) akhirnya dibebaskan oleh kelompok tersebut pada (17/09/2015) malam kepada pihak Army PNG di Gunung Victoria, Skouwtiau, Distrik Bewani, Provinsi Sandaun, PNG, sekitar pukul 09.35 waktu Papua New Guinea (PNG).

Loading...
;

Dua sandera tersebut yaitu Ladiri alias Dirma (30) yang sebelumnya diketahui bernama Sudirman dan Badar (29) setelah serah terima dari OTK ke Army PNG selanjutnya pada Jumat (18/09/2015) pagi sekitar pukul 10.00 waktu PNG, penyerahan dilakukan di markas Army Vanimo, PNG, yang letaknya sekitar 300 meter dari Konsulat Jenderal RI di Vanimo. (Arnold Belau)

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top