HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

PNG dan Selandia Baru berkomitmen tingkatkan kerja sama

Perdana Menteri Papua Nugini, James Marape, dan Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern. – RNZI /Christine Rovoi

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Auckland, Jubi – Selandia Baru dan Papua Nugini telah berkomitmen untuk mempererat kerja sama kedua negara pada pertemuan puncak kedua pemimpin di Auckland.

Perdana Menteri PNG, James Marape, memulai kunjungan kenegaraan selama empat hari ke Selandia Baru itu dengan diskusi bilateral dengan rekannya di Selandia Baru, Jacinda Ardern.

Ardern menerangkan bahwa mesti PNG adalah mitra yang penting bagi Selandia Baru, jarak yang dekat telah menghambat kedua negara dari meningkatkan partisipasinya. Namun, kedua pemimpin telah sepakat untuk mengubah hal itu, tambahnya.

“Papua Nugini adalah negara kepulauan Pasifik pemimpin dan yang paling besar di kawasan ini. Tapi jarak yang dekat sering kali berarti kita mungkin tidak banyak berpartisipasi daripada yang mungkin bisa kita lakukan. Dan PM Marape dan saya setuju kalau kita bersama-sama ingin mengubah itu,” kata Ardern.

Sebagai bagian dari rencana PNG untuk mereformasi pelayanan publik di PNG, Marape menjelaskan dia mengandalkan keahlian Selandia Baru untuk membantu badan usaha milik negara PNG. Pemerintahnya sedang mempelajari pelayanan publik Selandia Baru, katanya.

“Beberapa pertukaran yang saya bahas dengan Perdana Menteri Ardern adalah agar beberapa pegawai negeri pensiunan Selandia Baru di tingkat pelayanan publik tetapi juga di tingkat dewan BUMN bisa datang dan mengamati beberapa negara BUMN kita.”

Loading...
;

Marape berkata Ardern juga meyakinkan dia akan komitmen Selandia Baru untuk kemitraan untuk pemasangan tenaga listrik PNG, PNG Electrification Partnership, yang bertujuan untuk menghubungkan 70% populasi PNG ke jaringan listrik pada tahun 2030.

Kedua pemimpin juga membahas referendum kemerdekaan yang dilaksanakan baru-baru ini di Bougainville. “Mengenai Bougainville, kita membahas konsultasi pasca-referendum dan dukungan Selandia Baru dalam proses perdamaian,” kata Ardern.

Baca juga  Menteri Urusan Bougainville baru di PNG teruskan mandat referendum

Saat menjawab pertanyaan dari wartawan tentang Bougainville, Marape menggunakan kesempatan itu untuk menekankan bahwa pemerintahnya tidak akan mempertimbangkan daerah lain di PNG yang ingin referendum.

“Bagi PNG, kita perlu melakukan konsolidasi di bagian lain di negara ini untuk memastikan bahwa mereka tidak punya pemikiran untuk menempuh jalan referendum,” tegasnya. “Kita adalah bangsa yang terdiri dari 1.000-an suku. Bagian lain di negara kita juga dapat mempertimbangkan pemikiran untuk memisahkan diri dari negara yang lebih besar, dan oleh karena itu kita perlu mengamankan negara kita dari perpecahan.”

James Marape lalu menambahkan bahwa referendum Bougainville itu tidak mengikat dan belum dibahas oleh parlemen PNG.

Perdana Menteri Papua Nugini James Marape telah tiba di Selandia Baru, Jumat lalu (21/2/2020), untuk kunjungan kenegaraan selama empat hari.

Delegasi PNG termasuk Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, Sam Basil, Gubernur Oro, Gary Juffa, Gubernur West New Britain, Francis Maneke, dan Anggota Parlemen dari Tewaii-Siassi, Kobby Bomareo.

Sementara itu, Gereja Katolik di PNG telah meminta perdana menteri untuk membahas memukimkan pencari suaka dari Pulau Manus ke Selandia Baru.

Sekretaris Jenderal Ketua Konferensi Waligereja Katolik PNG, Giorgio Licini, menyurati Marape pada Januari untuk mengingatkannya tentang tawaran Selandia Baru memukimkan 150 pencari suaka setiap tahun dari penahanan lepas pantai Australia di PNG dan Nauru.

Pastor Giorgio meminta agar PM Marape, “Jangan ragu-ragu untuk membahas opsi ini dengan perdana menteri dan pemerintah Selandia Baru” Karena hal itu akan memberikan “kelegaan psikologis bagi individu-individu yang sekarang benar-benar putus asa setelah tujuh tahun hidup dalam ketidakpastian dan dibatasi kebebasan bergeraknya”.

Ada sekitar 200 pengungsi yang tersisa di PNG, 100 di antaranya tidak mungkin diterima untuk ditempatkan di Amerika Serikat, menurut Pastor Giorgio. Jumlah yang sama ada di Nauru. (RNZI)

 

Baca juga  Inpres baru PON dan Pekan Paralimpik akhirnya terbit

Editor: Kristianto Galuwo

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top

Pengumuman Lagu
"Tanah Papua"

Sehubungan dengan akan dilakukannya pendaftaran lagu “Tanah Papua” yang diciptakan oleh Bapak Yance Rumbino pada Direktorat kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, untuk itu disampaikan kepada seluruh pihak masyarakat yang mengklaim sebagai pencipta lagu “Tanah Papua”, diberi kesempatan untuk mengajukan klaim atau sanggahan lagu tersebut.

Pace Mace, tinggal di rumah saja.
#jubi #stayathome #sajagako #kojagasa