Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Pokja Papua jangan jadikan mama-mama sebagai proyek di pasar baru

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Jayapura, Jubi – Solidaritas Pedagang Asli Papua (SOLPAP) yang terdiri dari berbagai organisasi kemahasiswaan, organisasi gereja, aktivis Hak Asasi Manusia, Komunitas-Komunitas dan simpatisan,  menggelar jumpa pers, menanggapi kinerja Pokja Papua yang dinilai tidak menghargai Perjuangan SOLPAP dan Mama-mama Papua.
 
Frengky Warwer, pengurus Solpap, mengatakan Pokja Papua telah melakukan pekerjaan tanpa koordinasi dengan pengurus Solpap dan mama-mama di pasar. Solpap, lanjutnya telah memperjuangkan pasar mama-mama ini selama 15 tahun sehingga sewajarnya kegiatan yang berkaitan dengan pasar mama-mama Papua ini dikordinasikan bersama.

"Pokja Papua yang baru bergabung selama 6 bulan ini tiba-tiba melakukan pelatihan, jual daging sapi dan hal-hal lain. Jika terjadi konflik atau perpecahan di antara mama-mama, apakah Pokja Papua ini nanti yang akan bertanggungjawab?" tanya Frengky kepada Sejumlah Wartawan di Ruang Pertemuan Solpap, Jumat (17/3/2017).
 
Frengky mengatakan, SOLPAP, Pemerintah Daerah dan Pokja harus duduk bersama-sama dan untuk membicarakan hal ini. Jangan dijadikan mama-mama sebagai objek. Mama-mama harus dijadikan subjek dalam melakukan pembangunan ekonomi ini. Sebab para pedagang yang akan diakomodir di pasar baru Mama-Mama Papua ini harus diatur dengan baik agar tidak menimbulkan konflik baru.

Pokja Papua jangan jadikan mama-mama sebagai proyek di pasar baru 1 i Papua

Hingga tahun lalu tercatat 600 mama-mama Papua yang sering berjualan di Pasar mama-mama Papua. Sedangkan jumlah penjualan musiman 367 pedagang. Dari jumlah pedagang ini 225 mama-mama Yang aktif berjualan akan diatur masuk ke pasar yang baru.
 
“Kita harus bisa menempatkan mama-mama pasar sesuai dengan data base yang dimiliki Solpap. Apabila mereka semua sudah dimasukan ke pasar baru, barulah kita bisa merekrut mama-mama pasar yang berjualan di luar pasar untuk masuk kedalam pasar,” kata Sekretaris Solpap, Meti Ronsumbre.

Solpap menegaskan, sebelum ada pertemuan dengan mama-mama Papua, pedagang di pasar mama-mama tidak akan pindah ke pasar baru. Bagaimana proses mama-mama pindah ke pasar baru akan dilakukan dengan cara musyarawah.

“Taruh jualan di lantai 1,2,3, itu mama mama yang berhak atur,” tambah Meti.

Mama Maboken, satu dari sekian pedagang di pasar mama-mama mengatakan perjuangan untuk mendapatkan pasar baru ini sangat panjang. Dari aksi di DPRP, Kantor Gubernur hingga Presiden. Oleh sebab itu ia berharap mama-mama bisa saling menjaga dari kepentingan-kepentingan orang luar yang tidak paham dengan sejarah panjang perjuangan mama-mama Papua.

Loading...
;

"Kita juga jangan saling membeda-bedakan dari Paniai, dari Sorong, Merauke, Wamena, Biak, Serui Timika, Nabire atau tempat lain. Mari kami bersama-sama berjuang di kota Jayapura untuk meningkatkan eknomi dalam keluarga," kata Mama Maboken.

Pasar permanen yang dibangun oleh pemerintah pusat ini, merupakan satu pencapaian Alm. Robert Jitmau bersama mama-mama dan Solpap. Pasar ini diharapkan akan digunakan sepenuhnya untuk kepentingan mama-mama, selain berdagang, juga akan menjadi tempat strategis untuk proses pemberdayaan mama-mama Papua.
 
“Ibarat dalam sebuah perlombaan lari, seorang pelari yang akan mencapai garis finish akan menghadapi tekanan dan tantangan yang makin berat, seiring kelelahan dan juga energi yang terkuras habis. Sama halnya yang dialami oleh mama-mama dan Solpap,” lanjut Mama Maboken. (*)
 

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top