Follow our news chanel

Polda Papua masih selidiki perusahaan pengirim 57 kontainer kayu ilegal

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jayapura, Jubi – Kapolda Papua Irjen Pol. Martuani Sormin mengatakan, hingga kini pihaknya masih menyelidiki pengiriman 57 kontainer berisi kayu ilegal asal Papua dengan taksiran nilai jual diatas Rp 16,5 miliar, yang diamankan Direktorat Jenderal Penegakan Hukum (Ditjen Gakkum) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bersama Lantamal VI di Pelabuhan Sukarno Hatta, Makasar, pada Minggu (6/1/2019) lalu.

Kontainer berisi kayu merbau yang diangkut Kapal SM itu diperkirakan lebih dari 914 meter kubik dengan nilai diperkirakan minimal Rp 16,5 miliar. Sejauh ini belum ada tersangka yang ditahan.

“Kami sedang melakukan penyelidikan apakah itu betul dari Jayapura atau dari Sorong. Jangan kita langsung beransumsi bahwa pengiriman tersebut di Papua. Papua ini ada dua provinsi yaitu Provinsi Papua sendiri dan Provinsi Papua Barat,” kata Kapolda Martuani menjawab pertanyaan Jubi, Kamis (24/1/2019) malam.

Dikatakan, di Papua Barat banyak daerah yang memiliki banyak industri kayu diantaranya di Sorong, Kaimana, Bintuni dan Fak-Fak.

“Kalau di sini (Papua) kami sedang menelusuri perusahaan-perusahaan mana yang melakukan pengiriman kayu tersebut, apakah memakai dokumen palsu atau tidak,” ujarnya.

Direktur Reskrimsus Polda Papua, Kombes Pol. Edi Swasono ketika ditemui wartawan di Kota Jayapura belum lama ini mengatakan siap membantu pihak Ditjen Gakkum KLHK dalam melakukan langkah penyidikan dan penyelidikan, guna mengungkap jaringan serta aktor dibalik praktek ilegal tersebut.

Loading...
;

“Ya, memang benar ada kabar di Pelabuhan Makassar ada ditemukan beberapa kontainer berisi kayu asal Papua yang illegal. Dan akan kita bantu untuk mengungkap jaringan pelaku illegal logging itu. Intinya kami pro aktif juga untuk berkoordinasi dengan pihak terkait,” katanya.

Katanya, pihaknya akan memanggil seluruh pihak yang terindikasi terlibat dalam melancarkan praktek Ilegal logging tersbeut hingga sampai di Makassar. Baik dari institusi, pengusaha, hingga perorangan yang turut serta didalamnya. (*)

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top