Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Polda Papua: Media abal-abal sengaja bikin Jayapura kacau

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Jayapura, Jubi – Kepolisian Daerah (Polda) Papua tegaskan ada sejumlah media online abal-abal sengaja menyebarkan isu yang memprovokasi masyarakat. Berita yang tersebar tentang pembakaran Alkitab, dinyatakan tidak benar namun sudah disebarluaskan melalui media sosial, sehingga terjadi keresahan warga.

Hal itu ditegaskan Kepala Bidang Humas Polda Papua, Kombes Pol. A.M. Kamal terkait provokator dan penyebar isu pembakaran Alkitab di Jayapura. Ia menyampaikan penyebar isu tersebut sudah ditangkap.

Polda Papua: Media abal-abal sengaja bikin Jayapura kacau 1 i Papua

“Ini (papuanews.id) hoax. Ada (oknum) yang sengaja bikin Jayapura tidak kondusif,” jelas Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. A.M. Kamal kepada Jubi via pesan singkatnya, Jumat, (26/5/2017).

Menurut Kamal, hingga saat ini pihaknya masih melakukan pengembangan dan penyelidikan siapa provokator tersebut hingga berujung aksi kekerasan yang mengakibatkan tiga warga, di antaranya Victor Pulanda, Edi Siep dan Alvian Ukago kena tembakan peluru. Sementara itu Kapolresta Jayapura, AKBP. Tober Sirait dan ajudannya dirawat di rumah sakit karena kena lemparan dari massa.  

“Pelaku (provokator) kami belum tangkap, masih melakukan penyelidikan. Media (papuanews.id) itu sengaja mau provokasi di antara kita-kita,” katanya.

Terpisah, pemegang Sertifikat Ahli Pers dari Dewan Pers di tanah Papua, Victor Mambor mengingatkan kepada masyarakat, semakin banyak media online di Papua yang tidak bertanggungjawab, dan masyarakat perlu tahu bahwa pers dan media itu punya standar yang diatur oleh Dewan Pers. 

Loading...
;

Perusahaan pers, menurut penanggungjawab Koran Jubi dan jubi.co.id ini, wajib mengumumkan struktur redaksi di antaranya nama, alamat dan penanggungjawab secara terbuka melalui media yang bersangkutan.

“Khusus untuk media cetak ditambah dengan nama dan alamat percetakan,” ucapnya. 

Dikatakan, pengumuman tersebut dimaksudkan sebagai wujud pertanggungjawaban atas karya jurnalistik yang diterbitkan atau disiarkan. Kalau ada media yang tidak mengumumkan susunan redaksi dan manajemen perusahaannya, katanya, itu media tidak jelas karena tidak mau bertanggungjawab pada kontennya.

“Kalau Anda menyebarkan artikel-artikel dari media-media yang tidak bisa memenuhi standar ini. Maka saat Anda dituduh sebagai penyebar hoax atau pelanggar UU ITE, Anda akan dibawa ke ranah pidana, bukan ranah pers! Jadi, berhati-hatilah menyebarkan berita dari media-media online yang tidak jelas,” ungkap Victor Mambor. (*)
 

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top