Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Polemik Kadis Pendidikan, Komisi A DPRD Merauke angkat bicara

Ratusan siswa-siswi SMP/SMA Satap Wasur saat demonstrasi di Kantor Bupati Merauke – Jubi/Frans L Kobun
Polemik Kadis Pendidikan, Komisi A DPRD Merauke angkat bicara 1 i Papua
Ratusan siswa-siswi SMP/SMA Satap Wasur saat demonstrasi di Kantor Bupati Merauke – Jubi/Frans L Kobun

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Merauke, Jubi – Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Merauke yang membidangi masalah pendidikan angkat bicara, setelah adanya aksi demonstrasi ratusan siswa-siswi di Kantor Bupati Merauke yang dipimpin Kepala Sekolah SMP/SMA Satu Atap (Satap) Terintegrasi Wasur, Sergius Womsiwor, beberapa waktu lalu.

“Pernyataan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Merauke, Tiasony Betaubun, kalau anak-anak bermasalah dari sekolah lain dipindahkan ke SMP/SMA Satap Terintegrasi Wasur, mungkin ada dua sisi yang harus diperhatikan,” ujar anggota Komisi A DPRD Merauke, Heribertus Silubun, kepada Jubi, Sabtu (9/3/2019).

Polemik Kadis Pendidikan, Komisi A DPRD Merauke angkat bicara 2 i Papua

Dikatakan, jika pernyataan Tiasony Betaubun dalam konteks memberikan dukungan atau jalan keluar agar dalam situasi bermasalah apapun, anak-anak harus menyelesaikan pendidikan di SMP/SMA Satap Wasur, maka patut diberikan apresiasi.

Tetapi, katanya, ketika pernyataan Tiasony Betaubun tak disertai solusi, tentunya sangat disayangkan. Karena bagaimanapun juga, tugas pemerintah adalah bertanggung jawab penuh dalam kondisi apapun memastikan anak-anak, tanpa membedakan bermasalah atau tidak, mereka harus menempuh pendidikan hingga tamat.

“Saya minta Pak Sergius Womsiwor agar lebih baik menampilkan keberhasilan yang telah dicapai, sekaligus menunjukkan bahwa sekalipun anak-anak itu datang dalam kondisi bermasalah, namun dapat menyelesaikan studi dengan baik, karena kerja keras kepsek dan para guru di SMP/SMA Satap Wasur,” katanya.

Diharapkan dalam situasi seperti begini, harus ada pengertian satu sama lain, sekaligus dicarikan solusi penyelesaian untuk memastikan anak-anak mendapatkan pendidikan yang layak.

Loading...
;

“Kuncinya adalah komunikasi baik dibangun kembali antara Pak Tiasony bersama Pak Sergius, sehingga permasalahan dimaksud dapat diselesaikan,” pintanya.

Ditambahkan, mestinya saat aksi demonstrasi berlangsung, harusnya Bupati Merauke, Frederikus Gebze, menerima dan mengambil langkah sehingga saat itu ada keputusan yang bisa didengar langsung.

Asisten III Setda Merauke, Anakletus Mambol, dalam pertemuan itu mengatakan pihaknya telah mendengar berbagai aspirasi yang disampaikan Kepsek SMP/SMA Satap Wasur bersama gurunya.

“Aspirasi yang disampaikan, akan saya laporkan kepada Bupati Merauke untuk ditindaklanjuti,” katanya. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top