Follow our news chanel

Polisi bebaskan calon peserta RDP di Merauke

Papua
Calon peserta RDP Otsus Papua saat dikumpulkan di aula Polres Merauke, Selasa (17/11/2020) - Jubi/Frans L Kobun.

Papua No.1 News Portal | Jubi

Merauke, Jubi – Polisi membebaskan 55 warga yang ditangkap saat hendak mengikuti rapat dengar pendapat dengan Majelis Rakyat Papua di Merauke. Mereka sebelumnya ditahan selama semalam dan menjalani tes cepat antibodi atau rapid test.

“Puluhan warga itu sudah dipulangkan pada kemarin sore. Kami telah melayani mereka dengan memberi makan dan tempat tidur untuk beristirahat malam di aula Polres walaupun ada yang tidak puas (dengan pelayanan tersebut),” kata Kepala Polres Merauke AKBP Untung Sangaji saat dihubungi melalui telepon, Kamis (19/11/2020).

Para calon peserta Rapat Dengar Pendapat (RDP) Evaluasi Otonomi Khusus Papua tersebut berasal dari Kabupaten Asmat, Mappi, dan Boven Digoel. Mereka ditangkap dari sejumlah hotel dan penginapan di Merauke, dua hari lalu.

Polisi menuding kedatangan warga telah disusupi agenda politik yang mendukung gerakan referendum bagi kedaulatan Papua. Tudingan itu berdasarkan sejumlah bukti yang mereka temukan di lokasi penangkapan.

“Kami mendapati dokumen mengenai referendum (Papua) berupa buku kuning yang dibuang melalui jendela. Buku itu memuat (struktur pemerintahan negara West Papua), ada presiden, letnan jenderal, (dan jabatan) lain,” ungkap Untung.

Untung mengaku perihatin dengan kejadian itu. Dia menganggap 55 warga tersebut merupakan korban dari propaganda politik.

“Meskipun ada indikasi makar, mereka kami pulangkan (bebaskan). Kami juga sedih (perihatin) mereka berbuat begitu. Apa mereka tidak menghargai bupati, gubernur, kapolda, dan pangdam,” ujar Untung.

Loading...
;

Koordinator Peserta RDP dari Kabupaten Boven Digoel Yulianus Muar Sarsa membantah semua tudingan polisi. Dia menegaskan alasan penangkapan dan penahaan mereka sangat tidak mendasar.

“Saya bersama teman-teman datang (ke Merauke) untuk mengikuti rapat dengar pendapat bersama MRP pada 17-18 November. Namun, saya diamankan (ditangkap) di penginapan dan dibawa ke Polres Merauke,” kata Sarsa.

Setiba di Polres Merauke, Sarsa mengaku menjalani pemeriksaan oleh penyidik. Hasil pemeriksaanya didokumentasikan melalui berkas berita acara pemeriksaan. Adapun rekan-rekannya hanya didata oleh aparat Polres Merauke. (*)

 

Editor: Aries Munandar

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top